Selasa, 25 November 2014

Yami no Ai [Chapter 127]

Chap 127

"KO3 meluncur" ucap sang lawan bicara yg merupakan ketua pasukan KO3 dengan yakin.
"Yosh!" Tomuro memarkirkan mobilnya dengan beberapa kali drift saat memasuki halaman mansion.
"Hn. Mereka datang. Bersiaplah Dotsu kau ikut melawan mereka"
"Yes, My Lord" Dotsu membungkuk hormat.
Yoshiki yang melihat bayang-bayang para Exorcist yang bergerak sangat cepat diantara pohon-pohon yang banyak tumbang karena longsor tadi hanya menyeringai.
"Hn. Kuserahkan pada kalian. Bunuh mereka semua" Yoshiki kemudian melesat meninggalkan tempat itu.
Meninggalkan Dotsu sendiri.
DRAP... SRET... KRAK... Terdengar derap-derap langkah kaki di sepanjang hutan lebat yang sudah cukup porak poranda.
Jas biru tua mereka berkibar mengikuti gerak angin dan langkah mereka.
Seorang laki-laki berambut kuning tua memimpin barisan. Matanya fokus terhadap halangan perjalanannya.
"Berhenti!" teriaknya.
Seluruh pasukan yang berjumlah 8 Exorcist Xeon-21 itu serempak berhenti.
Di depan mereka berdiri seorang pria bertopeng hitam dengan satu lubang untuk mata kirinya.
"Jadi ini kah iblis yang usil meledakan bebukitan tadi?" lelaki berambut kuning itu menatap tajam Dotsu.
"Exorcist..." Dotsu hanya berguman.
"Wahai Iblis. Akan kumusnahkan kau atas nama-Nya!" Lelaki itu mengacungkan pedangnya.
Kepala Dotsu terlihat mengamati pasukan dibelakan Lelaki berambut kuning itu.
"Tidak adil kan kalau satu melawan 9 orang sekaligus?" ujar Dotsu.
Seketika itu muncullah pasukan KO3 yang tadi dibawa Yoshiki.
"Ukh! Pantas saja dari tadi aku merasakan aura lain!" salah satu dari pasukan Xeon-21 berujar.
"Huh, memang bisa apa kalian yg berperingkat 1000 ke bawah? Apa sektor Gunma semakin bodoh mengirimkan kalian?" pemimpin pasukan KO3 berujar.
"Jangan remehkan kami! Aku Choi Sakata ketua pasukan Xeon-21 akan mengalahkan kalian para iblis!"
"wah wah... Kami berjumlah sepuluh orang loh. Memperkenalkan diri begitu yakin... Baiklah... Aku juga. Aku Shizuka Katsumi. Ketua pasukan KO3. Demi My Lord akan membunuh kalian pasukan Exorcist!" wanita berambut merah muda itu menatap yakin.
"ukh! Serang!" teriak Choi yakin.

"Ada apa Rayumi? Kau dari tadi diam saja. Sakit?" Yumi Azumi--siswa kelas 2-8--terlihat menghampiri Hana dengan menawarkan sekotak permen.
"Ah tidak hanya memikirkan sesuatu saja" Hana tersenyum lalu mengambil beberapa permen.
"hm? Soal quiz? Tak perlu terlalu dipikirkan ah" gadis berambut biru tua itu duduk di sebela kursi Hana yang kosong.
"Bukan itu..."
"Lalu?"
"Masalah lain..."
"Oh begitu--"
"Yumi-chan~ minta permen coklatnya!" terdengar suara manja dari siswa kelas 1.
"Ya ya sebentar!" Yumi membalas bosan. Mau tak mau perempuan itu bangkit berdiri dan meninggalkan Hana.
Hana kembali melanjutkan aktivitasnya yaitu melihat keluar jendela.
"Yoshiki-kun..."

Kuroto Yoshiki. Pria dengan mata onix itu tengah memandang langit biru. Rambut dongkernya sedikit tertiup angin. Wajah pucatnya terlihat semakin menawan karena cahaya matahari pagi.
"My Lord?" terdengar suara dari transmisinya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.