Minggu, 16 November 2014

Yami no Ai [Chapter 118]

Chap 118

"My Lady?" sebuah suara dingin terdengar dari belakang Hana.
Refleks Hana menoleh kebelakang. Didapataninya sosok yg sedari tadi di carinya. Hanya mengenakan kaos hitam dan celana jeans abu-abu dengan sepatu hitamnya. Dengan banyak bercak darah terciprat di hampir seluruh tubuhnya.
"Yoshiki-kun? Darimana kau? K-kenapa t-tubuhmu...?"
"Hn" Yoshiki berjalan melewati Hana.
"Hanya sekedar melenyapkan pengganggu. Kau merindukanku?" tanya Yoshiki dengan seringainya.
"T-tidak!" wajah Hana seketika memerah.
Yoshiki tersenyum tipis mendengar ucapan tsundere Hana.

Setelah menunggu selama 5 menit, akhirnya Yoshiki muncul dengan mengenakan kemeja biru tua dan celana kain hitam. Sungguh tampak gagah.
Yoshiki langsung menuju tempat duduknya. Dan Hana juga langsung duduk di kursi yg berhadapan dengan Yoshiki.
"Hn. Jadi..."
"Eh, apa aku tidak mengganggumu? Sepertinya kau..." Hana melirik beberapa lembar kertas di atas meja Yoshiki, "...sibuk"
"Hn. Aku tidak peduli" Yoshiki menyingkirkan kertas-kertas yg berserakan di atas mejanya.
"Aku... Hanya minta tolong ajari mengerjakan soal Fisika"
"Hn. Coba kulihat"
Hana menyerahkan buku soalnya. "Nomor 8"
"Hn. Ini begini. Kemarilah" Hana cukup terkaget. Perasaan dia baru saja memberikan buku soalnya. Dan Yoshiki langsung tahu caranya? Gila! Memang seberapa cepat kecepatan membaca Yoshiki? Dan... Dia langsung tahu caranya!!
Hana langsung menyeret kursinya untuk mendekat ke meja Yoshiki. Lalu ia memperhatikan Yoshiki menjelaskan cara mengerjakan soal yg tidak bisa ia kerjakan.
"Hn. Kau mengerti?"
"I-iya. Ternyata gampang" guman Hana.
"Hn. Ada apa denganmu? Sedari tadi di perjalanan pulang kau juga sedikit nampak tertekan" Yoshiki menatap Hana serius, "apa hidungmu masih terasa sakit?"
"Bukan. Bukan hidung. Sebenarnya..."
"Hn?"
"Ah lupakan. Baiklah terima kasih Yoshiki-kun aku akan kembali ke kamarku" Hana bangki dari tempat duduknya.
"Tidak akan kubiarkan kau menyimpan rahasia dariku" ucapan dingin Yoshiki membuat kaki Hana membeku dan membuat Hana kembali berbalik untuk menatap Yoshiki yg sekarang sudah fokus terhadap laptop hitamnya.
"Sebaiknya kau beritahu aku apa masalahmu"
"Jika aku memberitahumu... Apa kau mau berjanji untuk membantuku?"
Yoshiki menghentikan pekerjaannya.
"Ceritakan"
Hana menghela nafas. Jujur ia sangat tidak kuat menangani sifat pemaksa Ysohiki.
"Aku butuh uang untuk mengikuti perkemahan misteri"
setelah mendengar penjelasan dari Hana, Yoshiki kembali fokus kepada pekerjaannya.
Muncul perempatan siku di dahi Hana. Bahkan Yoshiki tak merespon ceritanya!
"Setidaknya respon aku!" rutuk Hana kesal. Hana benar-benar ingin kembali sekarang.
"Tidak kuizinkan"
"Apa?"
"Apa otak dan matamu sudah tak berfungsi dengan benar? Kau tidak menyadari kondisimu?"
Hana melirik perban di hidungnya.
"Hidungku hanya retak Yoshiki-kun! Lagi pula kata Tomoaki-senpai hidungku akan sembuh lusa! Tak masalah bagiku!"
Yoshiki terdiam. Ia kembali fokus pada pekerjaannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.