Chap 109
Wajah Hana memerah seketika mendengar ucapan Yoshiki. "Ti-tidak begitu! Syukurlah kalau begitu! Kau tidak menyentuh salah satu bagian tubuhku secara sembarangan kan? Kau tidak mencuri cium kan?" Hana perlahan memundurkan tubuhnya satu langkah sambil tangannya disilangkan entah untuk apa--untuk melindungi dada datarnya mungkin.
Seketika semua mata tertuju pada Hana.
"Eh-eh? Hanya bercanda" Hana mengibat-ibatkan tangannya kepada semua penghuni kelas yg menatapnya. Sepertinya kau harus belajar memelankan suaramu, Kuroto Hana.
Berhasil. Alasan konyolnya yg mengatakan "hanya bercanda" bisa mengurangi intensitas tatapan kepadanya walaupun hanya tiga perempat. Tapi setidaknya tidak seperti tadi.
"Hn. Kau berharap aku menyentuhmu waktu kau tidur?"
"TIDAK! ARGHHH! sudahlah pusing bicara denganmu!" rutuk Hana.
"Hn. Kenapa kau menggunakan seragam olah raga?"
"Ini? Aku kan akan ikut tes pemilihan tim inti untuk basket musim dingin!" jawab Hana bersemangat.
"Doakan aku berhasil ya Yoshiki-kun!"
"Hn. Doa? Yang benar saja" Yoshiki tersenyum dengan tatapan mengejek.
"Baiklah! Tim E dengan Tim F! Priiit" peluit dibunyikan tanda permainan basket telah dimulai.
Suara decitan sepatu karet dan pantulan bola basket pada lantai menggema seketika di lapangan indoor basket Mirai no Gakoo.
Hana yg berada di tim E sudah mendrible bola. Melewati beberapa musuh di tim F lalu melemparkan bola basket ke arah ring dari luar. Masuk.
"Priit! E 3 point!"
permainan kembali dilanjut.
Hana semakin terbakar suasana. Keringatnya sudah membasahi seluruh tubuhnya.
"Rayumi!" refleks Hana segera melompat untuk menerima shot dari teman setimnya. Ia segera melanjutkan dengan melemparkan bola itu ke ring.
"Masuk! E 3 Point!"
Yoshiki terdiam menatap permainan Hana. Ia bersandar pada selasar besi.
Permainan terus berlanjut sampai skor menunjukan angka 56-50 dengan tim E memimpin.
"Sedikit lagi!" teriak Hana. Kini ia bersiap melakukan lay-up.
Ketika hendak melemparkan bola ke dalam ring tiba-tiba...
DRAK...
Sebuah siku tangan menabrak keras hidung Hana hingga membuat Hana jatuh terguling ke lantai.
Bola terpantul keluar lapangan.
Tangan Hana masih sibuk memegangi hidungnya.
"RAYUMI HANA!" Seketika seluruh pemain, panitia, bahkan penonton pun mengerubungi Hana.
"arg---" Hana merintih tertahan.
"HANA!" teriak Yoshiki panik.
Ia segera melesat memaksa masuk ke dalam kerumunan orang yg melihat keadaan Hana.
Dilihatnya Hana dengan kedua tangan menutupi hidungnya. Begitu didekati ternyata hidung Hana berdarah banyak. Bahkan sampai menetes-netes di lantai.
Dengan sigap diangkatnya tubuh Hana ala bridal style. Tapi wajahnya nampak kaku dan cemas.
"minggir!" teriaknya pada kerumunan orang yg segera memberi jalan pada Yoshiki.
Hana masih terus merintih.
Petugas kesehatan segera mengikuti Yoshiki yg sedang mengangkut Hana ke UKS.
"Hei, itukan Kuroto Yoshiki?"
"Benar. Kenapa ya?"
"Dia menggendong Rayumi! Kyaaa aku juga mau!"
"Ck! Lagi-lagi cari perhatian"
"Kuroto Yoshiki menggendong Rayumi?"
Jumat, 07 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar