Senin, 03 November 2014

Yami no Ai [Chapter 105]

Chap 105

Hana menunduk. Kepalanya sekarang penuh dengan berbagai hal.
"Sudah ya aku pulang, ini sudah 17 menit. Aku tidak mau menangani para cerebeus peliharaan Yoshiki" POOF, tubuh Tomuro hilang begitu saja.

Dengan seragam olah raga putihnya, Hana mendatangi lapangan tenis dengan raket tenis di tangannya. Nampak percaya diri.
Di lapangan sendiri sudah ada seorang siswa berambut pirang tengah mengatur sebuah alat pelempar bola.
"Raito-kun!" teriak Hana memanggil siswa tersebut.
"Ah? Rayumi-san" siswa tersebut menatap Hana.
"Aku sudah siap!" teriak Hana yakin.
"Oh! Baiklah" Raito Ahashi segera menuju ke arah Hana.
"Baiklah begini cara memegang grip-nya" Raito mengajari Hana dasar-dasar permainan Tenis.
"Begini?"
"Bukan-bukan. Begini" Tangan Ahashi memegang tangan Hana untuk membenarkan caranya memegang grip.
"Hmmm. Lalu kau hanya cukup mengayunkannya jika bola datang. Oke?" Alat pelempar bola itu mulai bekerja dan melemparkan sebuah bola tenis.
TAK!
Hana tak berhasil mengenai bola itu.
"Tidak bisaaa" Hana memasang wajah murung pada Ahashi.
"Wajar kan, sini aku ajari" Ahashi berada di belakang Hana. Dengan tangan kanannya memandu tangan Hana yg memegang raket. Dan tangan kirinya berpegangan pada samping perut kiri Hana untuk menyeimbangkan tubuh Hana.
Wajah Hana sedikit memerah menyadari tangan Ahashi berada di daerah perutnya.

Kuroto Yoshiki yg tengah mengutak-atik ponselnya di atas atap sekolah hilang fokus saat melihat sosok Hana.
Ia memincingkan matanya, ternyata benar itu Hana. Dan sedang berlatih Tenis dengan siswa lain.
Onix Yoshiki melihat kedekatan yg amat sangat diantara keduanya. Perasaannya membuncah kembali. Ia segera menuruni tangga dan menuju ke arah lapangan.

Sebuah bola nampak terbang ke arah mereka, dengan sigap tangan Ahashi menuntun Hana untuk menerima bola.
TAK!
Bola itu melayang jauh karena pukulan raket Hana.
Mata Hana berbinar menatap bola itu terbang.
"BERHASILL!" Teriaknya.
"Jangan senang dulu! Bola selanjutnya datang!" Ahashi kembali menggerakkan lengan Hana.
TAK!
Bola itu kembali terbang setelah menerima pukulan dari Hana.
TAK!
Bola itu kembali ke arah Hana.
"Eh?" tak hanya Hana yg kaget, bahkan Ahashi juga kaget dan segera menghindari bola yg entah kenapa bisa kembali ke arahnya, dengan kecepatan tinggi.
"Apa!?" Ahashi menatap siapa pelaku yg ada di seberang lapangan yg ternyata ada Yoshiki.
"Yoshiki-kun!? Apa-apaan tadi!? Itu bahaya tau!" Hana segera menuju ke arah Yoshiki dan memarahi Yoshiki.
"Hn. Apa yg kau lakukan bersamanya?"
"Hah? Tentu saja latiahan tenis!!"
"Oh latihan tenis, dan sedekat itu? Sampai berpegangan seperti tadi?" sindir Yoshiki.
"A-aku k-kan belum bisa!"
"Hn. Kalau begitu akan ku uji, pantas kah dia melatihmu. Raito Ahashi, aku menantangmu bermain tenis satu set" tantang Yoshiki. Seketika lapangan dipenuhi oleh para gadis yg tertarik oleh permainan dua siswa legendaris se Mirai Gakoo. Antara Kuroto Yoshiki si pangeran sekolah, dan Raito Ahashi si pangeran tenis.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.