Chap 116
"oke sudah selesai. Saatnya kembali. My Lord sudah menunggu" Tomoaki membantu Hana turun ranjang dan berjalan bersama Hana menuju ruangan tadi.
CKLEK.
Tomoaki membukakan pintu putih yg tadi ia gunakan untuk keluar. Dibelakangnya, Hana masih setia mengekor Tomoaki.
Yoshiki langsung molehkan kepala ke pintu. Dan orang pertama yg dicarinya adalah Hana. Wanitanya itu kini kembali mengenakan perban di wajahnya.
"Hn. Bagaimana?" tanya Yoshiki pada Tomoaki.
"Penyembuhan sudah mencapai 45% tapi bagaimanapun lebih baik My Lady dibawa ke rumah sakit yg fasilitasnya lebih lengkap"
Yoshiki terdiam.
"Tenang My Lord, saya sendiri dan Tomoaki yg akan menangani My Lady" suara berat ayah Tomoaki terdengar.
"Hn" guman Yoshiki.
Jam digital di dashboard mobil Ferari FF silver Yoshiki sudah menunjukan hampir pukul 8. Walau jam pelajaran di Mirai Gakoo masih akan dimulai 1 jam lagi, speedometer mobil yg dikendarainya tidak menunjukan tanda-tanda 'mengemudi santai'. Ah sudah kebiasaan Yoshiki.
Di samping kursi kemudi, Hana terduduk.
"Masih sakit?" tiba-tiba Yoshiki bersuara.
"Eh?" Hana yg tadi sempat melamun refleks menoleh ke arah Yoshiki.
"Hidungmu"
Hana menyentuh permukaan perban yg membalut hidungnya. "Sudah tidak. Tadi Tomoaki-senpai memberiku sebuah suntikan dan 2 buah obat"
"Hn"
"Oh ya Yoshiki-kun, kenapa tidak membawaku ke rumah sakit? Kalau karena biaya--"
"biaya? Yg benar saja" Yoshiki tersenyum meremehkan.
Memang benar. Mana mungkin soal biaya. Tapi rasanya ada yg aneh. Pria disampingnya seolah tak mengijinkanya diperiksa di rumah sakit.
"lalu kenapa?" tanya Hana yg sudaj tak mampu menahan rasa penasarannya.
"Hn" Yoshiki melirik Hana sebentar. "karena aku tidak percaya. Bisa saja di sana terselip tentara-Nya yg berusaha merebutmu dariku. Kau tahu aku buta terhadapmu. Aku tak mau kau tiba-tiba diserang mereka--dan aku tidak tahu--lalu mereka memiliki kekuatanmu. Lebih baik kubuh kau sekarang dari pada mereka berhasil memilikimu"
Hana mendengar ucapan Yoshiki hanya tersenyum manyun. Bagian dadanya terasa sesak. Begitu jahat pria di sampingnya. Padahal Hana sangat mencintainya, tapi pria disampingnya terang-terangnya mengatakan bahwa dirinya hanyalah sebagai pemasok kekuatan.
Ternyata semua perhatian Yoshiki memanglah palsu. Benar. Mana ada cinta sejati. Itu mustahil.
"etto... Permisi apakah ini kelas Rayumi Hana-senpai?" seorang siswi dengan dasi berbentuk pita bergaris satu tengah bertanya pada Amakusa Mato--si ketua kelas.
"Ya dia di dalam, mungkin sedang berpacaran dengan Kuroto" jawab Amakusa tak acuh.
Siswi berambut model belah tengah itu segera memasuki kelas 2-1 setelah berujar permisi.
"Rayumi Hana-senpai?" gadis itu mendekati Hana yg tengah mengerjakan sesuatu di bukunya.
"Eh ya?"
"Ano, Kikuri Shu-senpai meminta anda ke klub misteri sekarang"
"Oh baiklah" Hana segera menata buku-bukunya yg berantakan lalu beranjak mengikuti adik kelasnya itu.
Tanpa Hana sadari lagi-lagi sebuah tatapan dingin terus memperhatikannya sedari tadi.
Jumat, 14 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar