Jumat, 21 November 2014

Yami no Ai [Chapter 123]

Chap 123

"Apa maksudmu membiarkan dia mengikuti perkemahannya!?" teriak Tomuro.
"Hn"
"Apalagi di Gunma! Itu wilayah mereka!"
"Hn aku akan bertanggung jawab bila mereka menyerang"
"Jadi kau..."
"Hn. Aku akan mengawasinya"
"hhh... Aku tak mengerti jalan pikiranmu" Tomuro mengehla nafas berat.

"Jadi... Apa yg ingin Tomuro-kun katakan?" tanya Hana santai. Ia masih setia mengikuti langkah kaki pria bermata azure di depannya.
Tomuro tak menjawab. Ia masih ragu apakah akan menjawab atau tidak.
"Ehem" Hana berdehem.
"Eh... Ya..." Tomuro gelagapan. "hhh.... Yasudahlah kuberitahu saja"
Hana mengangkat sebelah alisnya kebingungan mendengar respon Tomuro.
"Perkemahanmu di wilayah Gunma?"
"Eh... Ya"
"Itu wilayah tentara-Nya" Hana tahu persis kemana pembicaraan serius ini.
"Itu sebabnya Yoshiki sempat tak mengizinkanmu mengikuti perkemahan itu"
" ... ." Hana terdiam. Ia masih belum bisa merespon ucapan Tomuro.
"Kau... Setidaknya kau harus menggunakan otakmu. Yoshiki mencintaimu--oke jika kau masih menyangkalnya--tapi sungguh jika Yoshiki melarangmu melakukan sesuatu maka aku mohon... Turuti apa kemauannya"
"J-Jadi..."
"Benar. Tolong pahami suasananya. Pasukan dunia bawah terus memaksanya untuk melakukan perjanjian darah denganmu. Mereka menyerang manor ini berkali-kali. Bahkan kemarin aku dan Yoshiki sampai turun tangan. Dan sekarang kau malah mendatangi mulut singa... Kau benar-benar merepotkan"
Hana terdiam di tempatnya mendengar tuturan Tomuro.
"Sudah ya, aku harus melatih para pasukan. Jaa" Tomuro melesat begitu saja. Meninggalkan Hana yg mematung di depan pintu kamar tidurnya.
"Dia..." guman Hana.

"Yosh! Akhirnya Hidung anda sembuh total!" Tomoaki yg baru saja melakukan cek hasil rotgen pada sinar-x pada hidung Hana mulai menampakan wajah berseri. Selama dua hari terakhir ia sudah bekerja keras untuk memastikan kalau Hana meminum obatnya atau tidak.
Mata coklatnya memacarkan binar bahagia. "baru kali ini aku menyembuhkan pasien retak tulang hanya dalam waktu empat hari"
"Tentu saja! Hanya Hana yg bisa begitu!" Hana membusungkan dadanya untuk memunculkan efek sombong pada dirinya.
"Wah wah setelah sembuh anda ingin melakukan apa?"
"Aku ingin prepare untuk perkemahan misteri besok!" teriak Hana bersemangat. Walau sebenarnya Hana sudah selsai 78% dalam prepare barang-barangnya.
Ia sudah sepenuhnya lupa mengenai bahaya yg menantinya nanti. Yang ada di kepalanya adalah bayangan menyenangkan dan mendebarkan perkemahan misteri nanti.
"Oh dari klub misteri ya?" Tomoaki Hide berusaha menyamai arah bicara Hana.
"Ya!" jawab Hana bersemangat.
"Shiro-chan tidak tertarik dengan klub seperti itu" Tomoaki menggaruk pipinya yg tidak gatal "ia lebih tertarik dengan Judo dan Elektronika"
"Dan Tomoaki-senpai adalah dokter muda. Pasangan yg serasi"
CKLEK. Pintu berwarna putih dan satu-satunya di ruangan itu terbuka. Menampakan sosok berpakaian berkerah putih, dengan dasi merah kehitamannya beserta blaser kecoklatannya.
"Hn." terdengar gumanan dari pria itu.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.