Selasa, 11 November 2014

Yami no Ai [Chapter 113]

Chap 113

Sementara di ujung meja makan persegi panjang itu tertata 2 kursi. Salah satunya telah diduduki Yoshiki yg kini sudah menikmati hidangan di depannya. Dari caranya menikmati hidangannya, jelas terlihat kalau ia seorang bagsawan.
Hana berjalan memasuki ruang yg temboknya tak dibiarkan kosong tapi dipenuhi oleh lukisan-lukisan berkelas.
"Dozo My Lady" Misaki yg sudah mendahului Hana berada di samping kursi kosong yg berada di ujung meja makan persegi panjang itu.
Yoshiki masih sibuk menikmati hidangannya.
Hana menduduki kursi yg disediakan Misaki. Setelah Hana merasa nyaman dengan posisinya, Misaki segera membuka lampin dan membeberkannya di pangkuan Hana.
"arigatou, Misaki-san" senyum Hana. Misaki balas tersenyum. Lalu mulai menghidangkan beberapa macam hidangan yg ada pada sebuah piring B&B kecil untuk Hana.
"Hn. Kau lama" guman Yoshiki sambil mengelap mulutnya--padahal sebenarnya tidak ada bercak noda di sekita mulutnya.
"Eh maaf, aku kesulitan untuk melepas perbannya. Padahal sudah dibantu Misaki"
"Hn"
"Ngg, kenapa kau mengajakku sarapan bersama? Apalagi sepertinya... Aku hanya tamu dadakan disini" ujar Hana setelah saphirenya mengelilingi seisi meja makan.
Memang tak hanya ada Yoshiki dan Hana. Tapi juga ada seorang pria bermantel hitam, disamping pria itu ada seorang pemuda berambut blonde namun mengenakan sebuah topi sehingga membuat Hana melihat jelas wajah si pemuda.
"Hn. Makanlah makananmu" Yoshiki menyandarkan tubuhnya pada kursi tempatnya. Ia merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel mininya. Setelah itu pandangannya semakin fokus ke arah benda mini itu.
Hana yg melihat Lasagna tersaji bersama beberapa pasta di sampingnya membuat dirinya tak bisa menahan gejolak lapar perutnya. Segera disuapkannya Lasagna di piringnya setelah ia potong dengan pisau--tentu saja dengan sedikit kesusahan.
Andai Hana sedang dirumahnya, seorang diri, ia pasti sudah berteriak "ukhh! Sugoii!!". Tapi ditahannya. Matanya terpejam menikmati tiap lelehan pasta di mulutnya.

Jujur saja, Hana masih belum mau berhenti makan. Ia masih ingin menghabiskan Tiramisu Cake tadi. Tapi apa boleh buat, Yoshiki dan 2 rekannya--begitulah anggapan Hana--sudah beranjak dari meja makan. Mana mungkin ia masih menempel di meja makan dan memakan Tiramisu Cake seorang diri? Dan itulah alasan sekarang Hana berada di sebuah ruangan yg cukup luas. Dengan segala perabotan mewahnya. Beserta sofa empuk yg kini didudukinya.
'Ada apalagi memang?' Tanya Hana dalam hati. Tadi tiba-tiba saja Misaki mengantarkan Hana ke ruangan asing ini.
Kemana Yoshiki? Pasti dia sedang menemani rekannya. Oh ayolah, kenapa tadi tidak biarkan ia setidaknya membawa Tiramisu Cake untuk bekal mengemil di tempat asing ini. Ruangan bercat dominasi hijau ini memang nampak asing walaupun dalam satu manor dengan istana utama. Tapi Hana masih belum paham seluruh ruangan di istana Yoshiki!
CKLEK
Pintu putih ruangan itu yg sedari tadi tertutup kini terbuka menampakan sosok Yoshiki yg sudah berseragam sekolah.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.