Chap 110
segera seluruh lapangan dihebohkan dengan kasus yg baru saja terjadi. Bukannya ribut mengenai kecelakaan Hana, yg diributkan malah Kuroto Yoshiki--si pangeran idaman--menggendong Rayumi Hana ke UKS.
"Aku melihatmu nomor 3. Kau sengaja menyikut Hana kan?"
Yang merasa dirinya disebut hanya terdiam.
Yoshiki yg menggendong Hana secara terburu-buru akhirnya sampai juga di depan ruang UKS. Begitu membuka pintu munculah seorang berpakaian serba putih dengan rambut blondenya.
"Tomoaki!" Yoshiki berteriak panik meneriakan nama si penjaga UKS.
Direbahkannya tubuh Hana yg masih menahan sakit di hidungnya di ranjang putih UKS.
Darah dari hidung Hana terus merembes membasahi tangan, baju, leher dan sampai ranjang putih UKS.
"Tenang. Semua harap keluar. Biarkan aku dan Kuroto Yoshiki disini!" ucapan Tomoaki membuat semua petugas kesehatan yg bertugas segera keluar ruangan dan menutup pintu.
"My Lady jangan panik. Tolong sedikit dongkakkan kepalamu"
Hana melepaskan pegangan tangannya pada hidungnya dan segera mendongkak menuruti perintah Tomoaki.
Setelah beberapa jam akhirnya Yoshiki bisa merilekskan tubuhnya yg tegang.
Sedari tadi ia tak bisa tenang dan fokus. Ia harus mengontrol pikiran manusia se Mirai Gakoo untuk meyakinkan Hana tak perlu dipanggilkan dokter.
Sementara pikirannya sendiri tak bisa melepaskan barang sedetik Hana yg terus menahan sakit di hidungnya yg ternyata retak sedikit dan ada luka robek tipis--walau sangat kecil--yg harus dijahit Tomoaki.
Sudah 6 jam berlalu sejak insiden kecelakaan Hana. Tomoaki harus mati-matian berusaha memberikan upaya terbaik bagi istri tuannya. Untung ia bisa. Tentu saja, ia adalah Tomoaki Hide. Calon kepala pemimpin rumah sakit besar Tomoaki.
"Biarkan My Lady istirahat My Lord, sepertinya retakan dihidungnya bisa disebuhkan dengan perlahan mengingat umur My Lady masih muda."
"Apa maksudmu? Kau tidak bisa menyembuhkannya secara instan?"
"My Lord, saya bekerja sendiri disini. Saya tak menggunakan kekuatan apapun. Hanya berbekal perlengkapan kecil saya, maka hanya begini yg saya bisa. Maafkan saya My Lord"
"ck! Tidak adakah cara menyembuhkannya secara langsung!?" Yoshiki berdecak sambil menjambak rambut ravennya.
Sungguh, ia benar-benar tak ingin melihat Hana yg menahan sakit di hidungnya. Itu seperti mimpi buruk rasanya. Orang yg berani membuat miliknya terluka akan mendapat balasan yg setimpal. Yoshiki akan memastikan itu.
"ada My Lord"
ucapa Tomoaki refleks membuat Yoshiki menatap tajam Tomoaki.
"dengan melakukan 'perjanjian darah'"
Yoshiki membeku mendengar lanjutan ucapan Tomoaki.
Benar. Perjanjian darah adalah jawaban yg tepat. Dengan mengubah Hana menjadi iblis akan melepaskan segala penderitaan jasmaninya.
Tapi setelah itu... Ia masih belum bisa mengetahui kelanjutannya. Bagai film yg terpotong ditengah-tengah. Masihlah tanda tanya besar.
Lalu apa yg akan terjadi setelah Hana telah menjadi iblis? Bahagiakah Hana? Atau justru Hana malah terpuruk karena ekstensi manusia dan iblis?
Sabtu, 08 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar