Chap 125
"Hn. Aku sudah menyiapkan semuanya. Dan semua berjalan sesuai rencana. Perintahkan kepada si maniak bom agar menyusulku"
"Maksudmu Dotsu? Apa lagi yg kau rencanakan?"
"Hn. Aku tidak pernah memerintahkanmu untuk menanyakan urusanku"
"hhh... Baiklah... Akan kulakukan"
Tomuro memejamkan matanya sejenak.
Pikirannya berfokus pada pria bermata satu yg mengenakan topeng hitam. Pria bernama Dotsu.
Nampaknya kini Tomuro sedang melacak keberadaan "si maniak bom".
"Yak!" teriak Tomuro seketika saat menemukan sosok yg dicarinya.
"Yosh semoga waktunya cukup" Tomuro segera berteleport ke arah pedalaman Kyoto dalam waktu sepersekian detik.
"Ohayou Dotsu-san!" teriak Tomuro nyaring. Membuat si pemilik nama yg tengah meraba-raba tanah di sana terkejut lalu menoleh ke arah Tomuro.
"Arashi-san?" Dotsu segera berdiri untuk menyambut kedatangan si wakil raja.
"My Lord memiliki tugas untukmu" ucap Tomuro to the point.
"Akan dengan senang hati saya laksanakan" Dotsu membungkuk hormat.
"Pergilan ke pegunungan Gunma. Daerah pegunungan barat daya tempat yg dijadikan festival kembang api tahun lalu"
Dotsu mengangguk mantap lalu berteleport hilang.
Tomuro juga ikut menghilang dari lokasi itu.
Langkah kaki Hana memendek saat ia semakin mendekati area garasi mobil manor Yoshiki yg sangat luas.
"Tomu--" Hana hendak meneriakan nama orang yg seharusnya menunggunya disini. Tapi nyatanya orang itu tidak ada.
"Loh? Kemana?" Hana menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Barangkali bisa menemukannya.
"Yo Hana-kyun!"
Hana langsung menoleh kebelakang begitu menyadari suara yg dicari-carinya terdengar dari belakang.
"Maaf aku tadi ke kamar kecil dulu. Hehe" Tomuro nyengir.
Hana sweatdrop.
"Jadi, ini barang-barang anda?" Tomuro melirik dua tas ransel besar yg ada di dekat kaki Hana.
"Ya, aku sekertariat. Bertanggung jawab dengan banyak lomba dengan lomba dan quiz yg akan berlangsung" Hana menghela nafas berat.
"Oke ayo berangkat" Tomuro membuka bagasi mobil Chevorlet hitam itu lalu memasukan dua tas besar Hana.
"Ledakan setelah kuberi perintah" Yoshiki menatap datar Dotsu namun wajahnya menyiratkan keseriusan.
"Yes My Lord!" Dotsu mengangguk mantap.
Pria bertopeng itu telah menyiapkan beratus bahan peledak yg ia pasang dengan luar biasa cepat. Ia hanya perlu menyebarkan bom-bom yg terbuat dari tanah liat di sekitar tempat yg ingin ia ledakkan. Maka bom-bom itu dengan sendirinya masuk ke dalam tanah untuk menjadi ranjau. Kalau biasanya ranjau digunakan untuk menjebak orang di atasnya, maka Yoshiki merubahnya. Ia gunakan untuk meledakkan sesuatu dibawah ranjau itu... Yang bergerak dalam jumlah ribuan di bawah tanah. Mereka adalah--
" 1... ." Yoshiki mulai memberi aba-aba.
"2..."
"3!" Yoshiki berteriak Yakin. Dotsu langsung mengaktifkan sihirnya untuk mengaktifkan bomnya yg tertanam.
DUAR!! BLLAAAR!! BLARR!!
Rentetan suara ledakan terdengar sampai berpuluh-puluh meter jauhnya. Jelas saja ledakan itu terjadi pada lahan seluas 3 hektar.
Tanah mulai runtuh.
Minggu, 23 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar