Chap 108
"Masih pukul 9 malam" Hana melirik jam ponselnya.
Tiba-tiba ponsel kecilnya itu bergetar menunjukan sebuah logo pesan di tengahnya--tanda email masuk.
Dibukanya segera email masuk yg membuatnya penasaran.
From: Taichou
Besok latih tanding untuk penentuan siapa saja yg akan ikut untuk Winter Cup.
"Jadi aku masuk juga? Kyaaaaa!!" Hana bersorak kegirangan setelah membaca email dari ketua basket--si king kong.
Yoshiki hanya melirik tingkah Hana.
To: Taichou
Pasti! Aku pasti akan ikut!
SEND
Hana menatap ponselnya dengan berbinar. Akhirnya turnamen basket yg ditunggunya selama sebulan membuahkan hasil.
"Hn. Ada apa?"
akibat kegirangannya, Hana melupakan si makhluk sempurna tengah duduh di tempat yg sama dengannya.
"Eh... Itu basket. Taichou memberiku kesempatan Yoshiki! Kyaaaa!!" Hana berteriak lagi sambil menatap Yoshiki. Sepertinya Hana harus belajar mengendalikan dirinya.
"Hn"
"semoga aku lolos seleksi dan masuk tim inti! Lalu aku akan ikut klub Misteri berkemah lalu... Lalu..."
"Tunggu. Kau akan berkemah?"
"uhm. Iya"
Yoshiki terdiam.
"Kenapa?"
"Hn. Tidak"
"Kau menyebalkan"
"Hn"
"Semakin menyebalkan"
"Hn"
"mooou! Cukup 'Hn'mu itu sangat-sangat menyebalkan!"
"Hn"
perempatan siku muncul di dahi Hana. Entah kenapa ia baru sadar bahwa pria yg pernah--dan sampai sekarang--ia cintai sangat menyebalkan.
"Aku tidur!" ucap Hana kesal. Ia menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya. Agar Yoshiki tak bisa melihat semua "kelakuannya" saat tidur.
"Hn. Percuma kau tutupi. Tingkahmu saat tidur sangat banyak. Tanpa susah payah aku membuka selimut itu, selimut itu sudah terbuka sendiri"
"Dasar mesum" gumanan Hana terdengar dari balik selimut.
Bibir Yoshiki agak tertekuk membentuk senyuman tipis mendengar ucapan Hana.
Sudah 2 jam sejak Hana menutup dirinya dengan selimut. Jam sudah hampir menunjukan tengah malam.
Yoshiki meregangkan tubuhnya. Di letakannya lembaran di tangannya yg nampaknya berisi autonomi tubuh manusia. Yoshiki menghembuskan nafas berat.
"manusia... Hmm" gumannya.
Ia mengganti posisinya yg membelakangi wanita yg tertidur pulas di belakangnya hingga kini wajahnya mendekati wajah damai Hana yg tengah tertidur. Bahkan Yoshiki bisa merasakan hembusan nafas kehidupan mengalir keluar masuk dari hidung Hana.
"aku benar-benar tak ingin merampas nafas hidup yg telah diberikan-Nya kepadamu..." guman Yoshiki.
Tangan pucat Yoshiki perlahan mengelus puncak kepala Hana.
Hana sedikit menggerang, namun kembali tertidur pulas.
'Chu' dikecupnya perlahan puncak kepala Hana. Cukup lama. Sampai akhirnya ia mengakhiri dengan berat hati.
"Oyasuminasi My Lady... My Wife" Setelah itu Yoshiki segera turun dari ranjang Hana. Dan menghilang dalam kepulan asap kecil.
"Hey! Kenapa kemarin kau menghilang begitu saja sih!?" Hana langsung menggebrak meja Yoshiki begitu ia selesai menaruh tas beratnya di bangkunya.
"Hn" Yoshiki hanya menatap Hana datar.
Hana menatap Yoshiki bosan.
"Memang kau menginginkan aku tidur di sampingmu sampai pagi?"
Kamis, 06 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar