Chap 121
"Eh? Kok tidak mau?" Tomoaki sempat kebingungan dengan jawaban Hana.
Hana menggeleng. "Aku tidak suka obat Tomoaki-senpai. Kemarin itu pengecualian" Hana turun dari ranjangnya dan hendak melangkah keluar.
Dipegangnya gagang pintu lalu berhenti sejenak. "sembuh cepatpun tidak ada yg bisa kuperbuat" guman Hana sambil membuka pintu putih itu. Dan segera dilangkahkannya kakinya keluar.
"Eh, My--Kuroto-sama!" Tomoaki nampak berlari mengejar Hana.
Hana terus melangkah sambil menenteng tas coklat sekolahnya.
"Hn. Kenapa kau disini?" tidak sengaja Hana berpapasan dengan Yoshiki yg juga nampaknya baru saja keluar dari ruangan khusus dari pemilik rumah sakit utama di Tokyo ini.
Wajah Hana langsung berpaling begitu saphirenya bertemu dengan onix kelam Yoshiki.
"Kuroto-sama!" terdengar sayup-sayup suara putra dari pemilik rumah sakit Hide ini.
"Ah! My Lord! My Lady kabuur!" teriak Tomoaki kepayahan setelah berlari.
GREP.
Tangan besar Yoshiki segera mengait pada lengan Hana.
Hana berusaha melepaskan tangan Yoshiki dengan mengibatkannya namun gagal.
"hhh.... Hhh... Anda harus meminum obat ini!" Tomuro mengelap keringatnya sembari menunjukkan dua buah kapsul kuning yg masih dibawahnya.
"Tidak perlu. Walaupun aku sembuh aku tetap tidak bisa kemana-mana" Hana berusaha kembali mengibatkan tangannya--berharap Yoshiki melepaskan cengkramannya.
" ... ." Yoshiki masih diam seribu kata.
"Tapi anda harus sembuh! Shiro ingin segera berenang dengan anda!"
Hana ikut terdiam mendengar ucapan Tomoaki.
"Tomoaki-senpai... Kau mencintai Shiro?"
"T-tentu..." wajah Tomoaki nampak berubah agak kemerahan dibagian pipinya.
"Apakah kau akan menuruti jika Shiro meminta cake desert seharga 2500 yen?"
"Eh? Tidak ada cake semahal itu My Lady!"
"Hanya perumpamaan. Jawab saja"
"mmm... Entahlah. Asal itu membuatnya bahagia akan saya belikan. Tapi saya akan tetap mengawasinya agar keinginannya itu tidak merusak atau menyakiti dirinya. Kan cake gulanya agak berbahaya"
"Andai dia juga berfikiran begitu..." guman Hana. Tangannya masih berusaha melepaskan diri.
"Hn. Baiklah ku izinkan kau ikut perkemahan misteri" Yoshiki berujar tiba-tiba.
Hana otomatis mendongkakkan kepalanya. Menatap wajah tampan pria yg mencengkarm tangannya dengan erat.
"Hn. Minum obatmu" ujar Yoshiki lagi.
Wajah Hana mendadak sumringah mendengar ucapan Yoshiki.
"H-hontou? Kau mengizinkanku!?" Hana memegang kedua tangan Yoshiki bersemangat. Matanya berkaca-kaca bahagia.
"Hn. Kita bicarakan lagi nanti, sekarang minum obatmu. Atau kita akan terlambat" Hana mengangguk mantap.
Disahutnya kedua kapsul kuning di tangan Tomoaki. Segera diteguknya dengan ditemani oleh sebotol air mineral yg ikut dibawah Tomoaki berlari-lari ria mengejar Hana tadi.
"Hn. Bagaimana ujian Fisikamu tadi?"
Hana bersiul ria.
"My Lady?"
Hana masih bersiul ria.
Yoshiki yg masih fokus dengan kemudinya mulai kesal dengan sikap Hana yg tak memperdulikannya.
"Akan kutusuk telingamu hingga berdarah. Kuroto Hana" ujar Yoshiki kesal.
Rabu, 19 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar