Selasa, 18 November 2014

Yami no Ai [Chapter 120]

Chap 120

"Boleh kupinjam?"
ucapan Hana refleks membuat Tomuro berhenti melangkah.
"Hah?" Tomuro segera berbalik ke arah Hana dan memasang wajah bodoh.
Hana sweatdrop melihat wajah Tomuro. "sudah kuduga" gumannya menatap ekspresi konyol Tomuro.
"Kenapa sih?" Tomuro menatap Hana penasaran.
"Tidak.. Tidak. Lupakan ayo lanjutkan perjalanannya butlerku yg tampan" ucap Hana dengan senyum memaksa.
"Yosh! Mari saya antarkan anda!"

Yoshiki terdiam menatap pedang megkilap di depannya. Rasanya akhir-akhir ini ia sangat sering mengeluarkan pedang legendaris itu.
Kedua onix Yoshiki tertutup rapat. "hhh" terdengar hembusan nafas berat dari sang pemilik onix.
"Oy! Kau disana?" suara Tomuro membuat onix itu kembali nampak.
"Masuklah Tomuro" gumannya seolah tau siapa yg baru saja mengganggu lamunannya.
"Oke!" suara Tomuro kembali terdengar. Tak lama kemudian tubuh ideal pria berambut merah itu terlihat.
"Hn. Ada apa?"
"Kau memberitahunya kalau kau baru saja bertempur? Bukannya kau bilang rahasiakan?"
"Awalnya aku memang berniat merahasiakannya namun sepertinya itu tidak penting"
"Setidaknya beri tahu aku juga! Aku tadi sempat berbohong seperti orang bodoh kepada Hana!" rutuk Tomuro.
"Hn. Kau bertemu dengannya?"
"Iya. Dia tersasar tadi. Jadi aku mengantarnya..."
"Hn"
"Dia bicara soal meminjam uang tadi... Kenapa ya?" guman Tomuro.
"Apa maksudmu?" tanya Yoshiki dengan wajah datar. Namun sarat akan rasa penasaran.
"Entah. Dia tiba-tiba bicara ingin meminjam uang sebesar 2500 yen kepadaku. Tapi setelah itu ya begitulah... Tidak begitu jelas"
"Hn"
"Hei mereka benar-benar hampir mengetahui keberadaan Hana! Aku merasakan hawa tidak enak tadi!"
"Tentara-Nya maksudmu?"
"Ya!"
Yoshiki terdiam sejenak. Disandarkannya tubuhnya pada sandaran kursi putarnya.
Ia sadar ia harus segera membuat keputusan.
"Apalagi para pasukan dunia bawah tadi terus menyerang mansion ini!"
Yoshiki mengatupkan kedua matanya.
Andai Hana tau... Yoshiki tak bisa membiarkannya mengikuti perkemahan misteri karena nyawanya terancam.
Bagaimana jika Hana tiba-tiba ditangkap oleh pasukan dunia bawah? Atau lebih parahnya lagi... Hana tertangkap oleh tentara-Nya! Itu lebih buruk lagi!

Keesokan harinya Yoshiki mengantar Hana untuk kontrol di rumah sakit utama Tokyo. Milik keluarga Hide.
Tomoaki untuk sekali lagi mengulangi tindakannya kemarin, yaitu memeriksa rongga hidung Hana dengan senter kecilnya.
Sesuai perkiraan hidung Hana akan sembuh sekitar 3 hari kedepan. Hana cukup senang menanggapinya. Dengan begitu ia bisa leluasa mengikuti perkemahan misteri dengan leluasa tanpa gangguan dari perban gatal di sekitar hidungnya. Sungguh tidak bisa membuatnya berkonsentrasi!
Mengingat masalah perkemahan misteri membuat Hana kembali murung seketika.
"Yosh, ini obatmu My Lady" Tomoaki memberikan 2 kapsul kuning seperti kemarin. Namun bedanya kali ini tanpa suntikan amfethamin karena diperkirakan hidung Hana sudah tidak akan menimbulkan rasa nyeri lagi.
Hana menatap obat di tangan Tomoaki hambar.
"Aku tidak mau"

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.