Rabu, 22 Oktober 2014

Yami no Ai [Chapter 93]

Chap 93

"Urusai!" muka Hana terus memerah padam.
"Jawab aku Ha-na-chan" goda Setsuna.
"Hn" suara dingin Yoshiki menginterupsi kegiatan Hana dan Setsuna.
Setsuna seketika sweatdrop melihat penampakan Yoshiki. Ia lupa bahwa ada orang lain di rumah Hana.
"Apa aku mengganggu?" tanya Yoshiki menatap datar Hana dan Setsuna.
"kami tidak melakukan apapun!!" teriak Hana dengan wajah memerah.
"Ah gawat aku lupa! Hari ini aku harus menjemput adikku dari TK! Gomen Hana! Tolong lanjutkan ya! Kan tinggal membuat soal saja! Jaa" Setsuna langsung berlari keluar rumah Hana.
"Oyyy!!" teriak Hana menatap kepergian Setsuna. Yang benar saja? Kalau begini jadi tugas individu saja.
"Hn" Yoshiki kembali duduk di sofa yg didudukinya tadi.
Hana kembali fokus pada ketikannya.
"kau tidak mengerjakan tugasmu?" tanya Hana.
"Izuki yg menawarkan diri untuk mengerakannya sendiri"
"itu curang namanya!"
"tidak. Dia yg menawarkan diri, aku tidak memaksanya"
Hana menatap Yoshiki heran.
"Hhh dasar kau ini... Padahal kan Izuki cantik, rambutnya panjang bergelombang, berwarna keunguan... Pintar--"
"Hn. Lalu?" potong Yoshiki.
"Kan enak kerja kelompok dengannya..."
"Aku tidak tertarik"
"Ha? Kenapa?"
"Bukannya sudah kukatakan. Aku tidak tertarik kepada wanita lain selain dirimu"
BLUSH. Wajah Hana memerah seketika mendengar ucapan Yoshiki.
Tapi ia mengingat suatu hal... Wajahnya kembali murung.
"hentikan itu Yoshiki-san"
Hp Yoshiki nampaknya bergetar, menampakan sebuah panggilan.
"Hn"
"Hn"
"Aku kesana"
Yoshiki beranjak dari duduknya.
"Sudah mau pulang?" Hana ikut bangun.
"Hn. Tomuro sepertinya kerepotan" Yoshiki menuju pintu. Diikuti oleh Hana.
"Oh ya... Kau sudah pernah melihat alat reproduksi pria secara langsung kan?" pertanyaan Yoshiki lantas membuat wajah Hana kembali memerah seperti tomat. Hana tau secara pasti milik siapa yg di maksud Yoshiki. Tentunya itu milik Yoshiki sendiri.
"Hn. Tidak akan kubiarkan kau melihat organ reproduksi pria lain secara langsung. Kau hanya perlu milikku. Dan yg boleh melihat organ reproduksimu hanyalah aku. Hanya aku" ucap Yoshiki sebelum ia menghilang dalam kepulan asap.
Hana menunduk di tempatnya. "Lalu... Apakah hanya aku yg bisa melihat milikmu? Apakah kau mengizinkan wanita lain melihat organ reproduksimu?" guman Hana sebelum ia menutup pintu.

Besoknya pada hari minggu Hana berniat menonton "Runnings Days" Film adaptasi dari sebuah Light Novel buatan Nanako Haku. Sebuah Film bergenre romance/hurt/comfort disertai dengan adegan horor dan gore. Tapi tetap mengutamakan feel romance-nya.
Salah satu alasan Hana rela mengantri di depan loket tiket adalah hal itu, genre film itu sangatlah 'setipe' dengan Hana.
Setelah mengantri selama setengah jam Hana segera mencari tempat duduk yg sesuai dengan yg tertera pada tiketnya.
Hana memandang sekeliling. Ternyata semua yg datang rata-rata membawa pasangan masing-masing.
"Hahaha... Sial..." tawa Hana hambar.
Film akhirnya diputar setelah waktu menunjukan pukul 1 siang.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.