Chap 76
"Sebenarnya apa yg terjadi dengan kalian! Aku tak mengerti! Yg ku tahu waktu hari pertama masuk sekolah kau menemui kami dengan wajah sembam dan menceritakan bahwa kau dan Kuroto putus dengan menangis." ucap Yui.
"..." Hana tak menjawab. Tentu saja, mana mungkin Hana menceritakan semua hal rumit dan luar biasa dihidupnya bersama Kuroto Yoshiki.
"Dia... Tidak memperkosamu kan?" tanya Maki.
DEG.
Tubuh Hana bergetar mendengar pertanyaan Maki.
"a-a..." lidah Hana sempat keluh, "-tentu saja tidak. Jangan bercanda ah Maki"
"Habis kau tidak seperti biasa, seperti... Ada yg hilang darimu"
"Ya. Shiro juga merasa begitu" timpal Shiro.
"itu hanya perasaan kalian" Hana berusaha menutupi.
"Hhh... Hana dengarkan aku. Apapun yg terjadi kami tetap sahabatmu. Kami akan sekuat tenaga membantumu apapun itu masalahnya. Ya kan?" Yui menatap Maki dan Shiro bergantian.
"uhm" Maki dan Shiro mengangguk.
Hana tersenyum rapuh, "terima kasih kawan-kawan"
"Jadi kau benar-benar menembaknya Kaba?" sebuah suara terdengar di ruangan klub pecinta alam.
"y-ya begitulah"
"Kau benar-benar menyukainya ya?" terdengar suara lain yg berbeda.
"t-tentu saja"
"hhh apa sih yg bisa disukai dari anak itu" rutuk suara lain.
"..."
"sudahlah, yang penting dengan begini rencana kita untuk mencicipi gadis liar akan terpenuhi" sahut suara yg pertama.
"kuharap dia seliar seperti gayanya. Sehingga bisa asyik jika kita BDSM dia" sahut suara baru.
"Kau mau mem-BDSM anak itu?" suara ketiga.
"Entah, hanya bayangan saja"
"Kau tidak melupakan rencana kita kan, ketua?" tanya suara kedua dengan menampilkan seringai.
"..." Kaba hanya bisa menunduk.
"Hanaaa~" seorang siswi berkacamat tiba-tiba memeluk Hana dari belakang.
"Eh? Arui-san?" Hana kaget.
"Kamu jadi dengan Kaba-kun ya?"
"eh... I-iya"
"Pajak Jadian dong" jawab Arui dengan senyumnya.
"eh?" Hana shock berat.
"Pajak! Pajak!"
"Go-gomen Arui-san ta-tapi aku... Harus menabung" jawab Hana.
"aaaaa Hana gak asyik. Kamu nyasar ya di kelas ini? Miskin sendiri"
DEG. Tubuh Hana membeku.
Yoshiki mendongkakkan wajahnya menatap Arui.
"Ha-Hana?" tiba-tiba seorang siswa yg suaranya sangat familiar di telinga Hana memasuki ruang kelas.
"Eh? Kaba-kun?" Hana kaget.
"Wah pacarnya datang. Hoy kau pacarnya kan? Setidaknya rayakanlah hari jadianmu dengannya" Arui menatap Kaba.
"Arui? Baiklah nanti saja" Kaba mendengus setelah menatap Arui. Sebenarnya Kaba dan Arui berasal dari kelas yang sama, yaitu kelas 1-1.
"Baik. Kupegang janjimu"
Kaba mengangguk.
Seperti orang yg tergesa-gesa, Kaba segera menyambar dan menarik tangan Hana.
"..." Onix Yoshiki masih mengekor kepada Kaba dan Hana.
Tangannya meremat udara dengan keras.
"Hana, nanti bisa tunggu aku setelah pulang sekolah?" tanya Kaba dengan nada yg aneh--sulit dijelaskan.
"ung? Ada apa denganmu Kaba-kun? Kau nampak aneh?" Hana menatap Kaba.
"ah ti-tidak, tidak apa. Bisa kan?"
"baiklah. Dimana?"
"Lapangan basket out door"
"Oke. Ada apa memang?"
"i-ini ke-kejutan"
Minggu, 05 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar