Senin, 06 Oktober 2014

Yami no Ai [Chapter 77]

Chap 77

Awalnya Hana menatap Kaba dengan tatapan bingung dan curiga.
"Baiklah, kutunggu" jawab Hana akhirnya.
Saat bel pulang sekolah mulai menggema keadaan langit sudah sangat gelap. Padahal jam dinding masih menunjukan pukul 4 sore. Mendung. Menurut perkiraan cuaca pun nampaknya akan turun hujan walaupun tidak sampai badai.
Hana segera membersihkan mejanya dan membawa tas punggungnya keluar kelas dengan tergesa-gesa.
"..." mata onix Yoshiki mengikuti Hana.

"Apa maksudmu obat itu tertinggal?!" bentak seorang siswa berambut perak.
"Go-gomen Senpai!" Kaba hanya bisa menunduk mendengar bentakan dari seniornya.
"cih. Gagal sudah rencana kita!" rutuk siswa lain.
"Sudahlah, masih ada hari esok. Jika dia masih meninggalkan obat itu, maka kita tinggal menggunakan adiknya" seorang siswa dengan rambut hitam ikal nampak tengah bicara dengan santai.
"Hentikan. Jangan lakukan apapun lagi kepada adikku!" wajah Kaba berubah drastis seperti pengecut.
"kau bawa obat itu besok. Kita berhasil menikmati Hana, adikmu bebas" jawab siswa lain dengan seringai di wajahnya.

Hujan sudah mengguyur sejak 10 menit lalu. Membasahi seluruh area Mirai no Gakoo.
Sementara Hana masih tak bergeming dari tempatnya. Ia menunduk menatap bola basket yg dibawanya tadi untuk menghibur diri menunggu Kaba.
Tubuhnya basah kuyup sempurna. Namun ia masih tak mau beranjak dari tempatnya.
Tiba-tiba sebuah mantel hangat khas seragam laki-laki Mirai no Gakoo menutupi bagian punggung Hana.
Hana mendongkak kaget. Dilihatnya Yoshiki tengah berbasah-basahan di dekatnya dengan memakaikan mantel seragam miliknya.
Wajah dinginnya masih tak berubah.
"Kau bisa sakit." Yoshiki marik tangan Hana dan membawanya berteduh di bangku penonton yg beratap.
'Tangannya... Hangat..' ucap Hana dalam Hati saat merasakan tarikan tangan Yoshiki.
"Apa kau bodoh? Tidak bisa kah kau menunggu si sialan itu disini? Tidak perlu berhujan-hujanan segala!" omel Yoshiki setelah Hana mendudukan pantatnya di salah satu bangku penonton. Sementaar Yoshiki masih berdiri di depan Hana.
"ma-maaf" entah kenapa Hana malah meminta maaf.
Tubuh Hana menggigil sebentar. Wajar jika Hana kedinginan. Suhu sudah mencapa 17 derajat sekarang.
"ck!" decak Yoshiki.
"gunakan ini" Yoshiki memberikan beberapa lembar pakaian--yg entah sejak kapan di bawanya.
Sebuah satu set pakaian lengkap dengan pakaian dalam.
"i-ini?" Hana menatap bingung.
"Pakaian yg sudah kusiapkan untukmu beberapa waktu lalu"
"eh?"
"Kau belum mengenakannya jadi benda ini tak termasuk pengecualian terhadap kekuatanku"
"be-begitu"
"Hn. Gantilah diujung sana. Tak akan ada yg mengintipmu. Akupun tak akan mengintipmu"
Hana tersenyum menerima pakaian hangat yg diberikan Yoshiki.

Tak lama kemudian Hana selesai mengenakan semua pakian hangat yg diberikan Yoshiki. Kini tubuhnya terbalut oleh coat berwarna hijau navy. Dibaliknya terdapat berlapis-lapis yg memungkinkan dirinya tak akan kedinginan lagi.
"Hn" Yoshiki bangkit dan menatap Hana.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.