Chap 75
"AKU INGIN LEPAS DARIMU! APA SALAHNYA BERPACARAN DENGAN ORANG LAIN!?" teriak Hana tak kalah keras.
"Kau istriku My Lady..." suara Yoshiki merendah.
Hana terdiam saat mendengar Yoshiki memanggilnya 'My Lady'.
"Kau milikku. Tubuhmu, jiwamu, dan cintamu hanya milikku!!" Yoshiki tanpa sadar mendorong tubuh Hana semakin keras ke arah dinding.
"arghhh..." Hana mengerang kesakitan.
BRUK!
Yoshiki menarik tubuh Hana dan mendaratkannya dengan kasar di sofa terdekat.
Segeralah ditindihnya tubuh kecil di depannya.
"ukh" Hana hanya bisa menggerang.
Yoshiki semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Hana.
"sa-sakit..." Hana menggerang lagi.
Yoshiki tercekat saat mendengar Hana merintih.
Tubuhnya mundur perlahan lalu terduduk di sofa.
"gomen" ucap Yoshiki.
Lalu pria berambut emo itu bangkit dan pergi meninggalkan kediaman Rayumi.
Sementara Hana hanya bisa terdiam di tempatnya. Menahan rasa perih di bagian tulang punggungnya.
15 menit setelah kepergian Yoshiki, pintu rumah kediaman Rayumi terdengar seperti diketuk dari luar.
Hana--dengan tangan masih memegangi tulang punggungnya--berjalan menuju pintu dan membukakan pintu itu.
Nampaklah seorang pria paruh bayah dengan pakaian serba putih.
Siapapun pasti tau kalau pria itu seorang dokter rumahan.
"eh? Apa anda salah alamat?" tanya Hana cengo. Tentu saja, ia sama sekali tak merasa telah memanggil dokter.
"Hana Kuroto-sama?" dokter itu menatap Hana.
"a...ah... I-iya" Hana menjawab dengan tersendat-sendat. Dokter itu memanggilnya dengan nama 'Hana Kuroto'. Akhirnya taulah Hana siapa dalang dibalik kedatangan dokter ini.
"Suami anda berkata sepertinya anda memiliki rasa sakit di bagian punggung" ucap dokter itu.
"Suami?"
"Benar. Suami anda"
"a...ah baiklah silahkan masuk"
"Sepertinya ada bagian yag memar. Tapi tidak masalah. Dibiarkan juga akan sembuh dalam 2 hari. Tolong jangan gerakan terlalu berlebihan tulang punggung anda" jelas dokter itu setelah memeriksa bagian belakang Hana selama setengah jam.
"Baik dokter. Terima kasih" Hana berojigi.
"Jadi... Kau jadian dengan Kaba-san?" tanya Yui sembari meminum white-coffe-nya.
"begitulah" jawab Hana biasa.
"Hey kau jadian tidak sih? Kok seperti biasa-biasa saja begitu?" tanya Maki.
"aku jadian kok" jawab Hana.
"..." Shiro tak berkomentar. Ia masih berkutat dengan es krim vanilla-nya.
Empat sahabat itu kini sedang melakukan "rapat penting". Setidaknya mereka menganggap begitu. Walaupun hal yg dibahas selalu tidak penting rata-rata.
"boleh aku bertanya lagi?" pinta Yui.
"hmm?" Hana menatap Yui.
"Kau... Masih menyukai Kuroto kan?"
DEG.
Tepat sekali Yui. Pertanyaanmu bagaikan panah bermata api yg menusuk tepat di pusat tubuh Hana.
Hana menunduk sebentar. "enathlah..."
"Kau mau menjadikan Kaba sebagai pelampiasan perasaanmu?" tanya Yui lagi.
Hana semakin menunduk.
"Aku hanya ingin melupakannya" jawab Hana dengan nada rendahnya.
Sabtu, 04 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
Bagus Storynya Rizal Hulcker Freedom Of Life
BalasHapusTerima kasih ^^ sudah membaca semua chapter?
BalasHapus