Rabu, 15 Oktober 2014

Yami no Ai [Chapter 86]

Chap 86

Hana menarik wajah Yoshiki terus.
"Yoshiki-kun..." Hana menggeliat lagi. Ditariknya kerah kemeja Yoshiki.
"Hn" Yoshiki berusaha menahan hormonya.
Tiba-tiba sesuatu seperti tangan menyentuh miliknya yg dibawah yg hampir mengeras. Tentu saja itu tangan Hana. Tangan siapa lagi?
"khhh" Yoshiki terus menahan gejolak di tubuhnya.
Tapi--
Segera di tariknya kedua tangan Hana. Menindih wanita berambut pendek itu dibawah rengkuhannya. Dan menatap mata saphire yg kini sayu itu.
"Hentikan..." gumannya.
"Aku tidak ingin melukaimu lagi"
"nghhh rape me Yoshiki-kun..." Hana masih memohon.
"..." Yoshiki tidak menjawab. Ia sudah kehabisan akal.
Ia tidak mau lagi. Menyakiti Hana dengan memperkosanya tanpa Hana sadari.
Pria bermata onix itu bangkit dan pergi meninggalkan istrinya terus bergerak aneh.

Hana membuka matanya dengan satu gerakan.
"umm" Hana merasa tidak asing dengan ruangan tempatnya berada.
Dekorasinya... Perabotannya... Semuanya... Seperti kamar Yoshiki.
Yoshiki? Kenapa dia bisa berada di kamar pria itu?
Hana segera bangkit. Dan saat itu ia sadar, ia sudah tidak mengenakan seragam sekolahnya. Hanya sebuah bra saja yg membungkus tubuh atasnya.
"j-jangan... J-jangan..." Hana menatap seragamnya yg terjatuh di lantai dengan tatapan nanar.
Air mata kembali menganak sungai di pipinya.
"Yoshiki... Memperkosaku lagi..." Hana mengigit bibir bawahnya menahan tangis.
"Hn" terdengar gumanan dingin.
Hana refleks mundur saat mendengar suara itu. Suara iblis itu.
"Kau sudah sadar?" tanya Yoshiki dingin.
Hana menatap Yoshiki seperti seseorang yg memiliki trauma mendalam. Begitu ketakutan saat melihat wajah Yoshiki.
"Ada apa denganmu? Apa ada bagian tubuhmu yg sakit?" Yoshiki mendekat.
"BERHENTI!" Teriak Hana tiba-tiba.
Yoshiki tercekat.
"Kau memperkosaku lagi! Aku membencimu! Sangat membencimu!"
Yoshiki terdiam menatap Hana. Ia tersenyum miris.
"Kaba menjualmu untuk menyelamatkan adiknya dari penyiksaan kakak kelasnya. Mereka hampir memperkosamu. Dan ditubuhmu sudah mengalir obat dari suntikan mereka saat aku datang"
"K-kaba-k-kun? M-menjualku? JANGAN MAIN-MAIN YOSHIKI KUROTO! JANGAN MENIPUKKU!"
"Dia menjualmu" Tangan Yoshiki menarik sesuatu. Dan ternyata sesuatu itu adalah Kaba sendiri. Dengan keadaan mengerikan. Wajahnya berdarah-darah. Seperti bekas penyiksaan.
"K-Kaba?" Hana segera menghampiri Kaba yg terduduk setengah sadar.
"Hana...? Maaf..." guman Kaba yg berusaha mendongkakkan wajahnya untuk melihat Hana.
"Apa maksudmu?"
"Mereka menginginkanmu. Jadi aku menukarmu dengan adikku"
Hana bangkit dan mundur satu langkah. Tubuhnya bergentar.
"..." Yoshiki masih mengamati perubahan mimik Hana.
"Bunuh dia Tomuro"
dan munculah pria merah itu sambil kemudian menyeret tubuh Kaba entah kemana.
"sekarang kau percaya?"
"kau... Menyelamatkanku?" tanya Hana balik.
"Hn. Itu sudah menjadi tugas seorang suami."
"Lalu kenapa aku berantakan seperti ini?"
"Mereka memberimu obat perangsang, narkotika, dan banyak lagi. Membuatmu tak bisa mengontrol tubuhmu"

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.