Chap 83
"..." Kaba berjalan tertatih ke arah Hana.
Hana yg melihat Kaba dengan keadaan tertatih segera berlari menghampiri Kaba.
"Kaba-kun!? Kau kenapa??"
"Kenapa kau disini?" Tomuro mendatangi Yoshiki yg tengah terduduk di ruang meeting dengan kakinya yg ia angkat di meja rapat.
"Hn. Apa maumu?"
"Aku tidak mengerti denganmu. Kau semakin aneh. Sebenarnya bagaimana perasaanmu kepada Hana?"
"..." Yoshiki hanya melirik Tomuro.
"Lebih baik kau lupakan perasaan itu! Kau seorang raja Iblis Yoshiki! Bukanya memerintahmu, tapi aku sahabatmu! Aku yg tau lebih baik tentangmu dari pada siapapun!"
"Aku... Mencintainya Tomuro..."
"Hentikan itu! Jika saja sejak awal kau menangkapnya sebagai tawanan dan tidak perlu sampai melakukan rencana 'cinta' ini semua tidak akan terjadi!"
"..." Yoshiki tak menjawab
"Kalau begitu kau harus bertanggung jawab! Kau harus tetap mengawasinya! Dia milikmu kan!?" teriak Tomuro.
"...dia... Mungkin sedang bersenang-senang dengan pacar barunya..." guman Yoshiki.
"Lalu kenapa!? Kau terlalu pecundang untuk melihatnya bahagia dengan orang lain?"
Seketika Yoshiki menatap tajam Tomuro.
"Ternyata benar kau seorang pengecut"
DUAKH!
Tomuro terpelanting kebelakang dengan luka lembam di wajahnya.
"Siapa yg kau sebut pengecut?" tanya Yoshiki dengan suara dinginnya.
Tomuro bangkit dan menatap balik mata Yoshiki dengan tajam.
"kalau begitu kenapa kau tidak mengawasinya sekarang juga hah!?"
"Ck!" Yoshiki mendecih lalu melesat secepat mungkin.
"Ayo kita ke UKS!" Hana membopong tubuh Kaba dengan kesusahan. Sekolah sudah hampir gelap. Mustahil masih ada siswa yg berkeliaran. Jadi mau tidak mau Hana harus membopong dan merawat Kaba sendiri di UKS.
Dengan kesusahan, akhirnya Hana membaringkan tubuh Kaba di ranjang UKS.
Hana segera mencari kesana-sini alat P3K.
"Hn. Kemana dia?" Yoshiki yg baru sampai di lapangan outdoor basket menoleh kesana-kemari untuk mencari sosok istrinya.
"Wah, wah, kerja bagus Kaba!" sebuah suara berat terdengar. Membuat Hana menoleh ke asal suara.
"kyaaa" Hana menjerit sesaat setelah tubuhnya di tarik seseorang dari belakang.
Hana terus meronta sebisa mungkin.
Seseorang dibelakang Hana terus menahan kedua tangan Hana sebisa mungkin.
"ssst kau berisik sekali" siswa bermata violet yg bersuara berat tadi datang menghampiri Hana ditemani temannya yg berambut biru tua.
"ternyata kau memang liar" ucap siswa yg berambut biru tua sambil menatap Hana dengan tatapan bernafsu.
Hana semakin ketakutan.
"T-tolong! K-kaba-kun!" Hana menatap Kaba yg sudah terduduk di ranjang dengan tatapan memohon dan ketakutan.
"Woy Kaba! Dia minta tolong tuh" ucap siswa yg berambut biru tua.
"Apa adikku sudah kalian lepaskan?" Kaba malah bertanya sesuatu yg aneh.
"Oh, sudah. Dia ada di depan gerbang sekarang"
"Baiklah" Kaba berjalan melewati Hana.
"Maaf... Aku memang menyukaimu. Tapi aku lebih mencintai adikku" Kaba berguman lalu berjalan keluar UKS.
Hana masih menatap punggung Kaba yg menjauh dengan nanar.
Minggu, 12 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar