Chap 85
Organ tubuhnya berceceran dilantai UKS. Darah menggenangi lantai putih UKS.
"Hhh hhh hhh" dilihatnya Hana sedang tergeletak di lantai dengan keadaan yg cukup merangsang siapapun yg melihatnya.
"Hn" Yoshiki segera menggendong Hana ala bridal style.
Yoshiki merebahkan tubuh Hana di atas ranjangnya. Tubuh Hana nampak menggeliat-menggeliat aneh.
"Misaki!" teriak Yoshiki.
Seketika seorang maid muncul.
"Panggil Tomoaki!" titah Yoshiki.
"Yes, My Lord" Misaki undur diri.
Tak berselang lama munculah seorang berambut blonde. Seorang yg mungkin akan membuat Hana bangun seketika dan menatap orang itu tidak percaya--hanya jika Hana sedang dalam keadaan normal.
Tentu saja, orang itu adalah Tomoaki. Pacar dari sahabat hyperactivenya yg berketurunan albino. Siapa lagi kalau bukan Shiro?
"periksa dia!" perintah Yoshiki tidak sabaran.
Tomoaki segera menaruh peralatannya di meja terdekat.
Wajahnya serius mengamati Hana yg sudah meliuk-liuk tidak jelas di atas ranjang.
"My Lord, saya harus mengambil sample darahnya"
Yoshiki terdiam sesaat. "Ck!" Yoshiki mendecih. Ia nampak bingung dan menimbang-nimbang sesuatu.
"Baiklah. Jika kau berani macam-macam akan ku bunuh kau"
"keluarga Tomoaki sepenuhnya budak anda sang raja iblis. Saya tidak akan melanggar hal itu My Lord"
"Hn"
Tomoaki mulai menyiapkan alat suntik dan memasang mikroskop elektriknya.
Setelah memperoleh sedikit darah dari tubuh Hana, segera di teteskan darah Hana pada kaca pengamat. Diberinya setetes entah zat apa itu lalu diamatinya lewat mikroskop.
Sementara Tomoaki masih sibuk dengan mikroskopnya, Hana semakin menggeliat dan sekarang mendesah.
"ngghhhh" wajahanya nampak semakin sayu.
Yoshiki yg satu-satunya pria di dekat ranjang segera menjadi sasaran Hana.
"mmmhhhh" Hana menatap Yoshiki.
"Yo-s-shi-ki-k-kun?"
"Hn" Yoshiki masih tidak bergeming. Ia berusaha menahan hasratnya mati-matian.
"Fuck me Yoshiki-kun" Hana menungging aneh.
'glup' Yoshiki menelan ludahnya. Hormonnya semakin memuncak.
Hana berganti posisi. Tapi semua posisinya terus membuat hormon Yoshiki naik. Naik. Dan naik sampai Yoshiki tidak tahan.
"selain di beri obat perangsang, ternyata My Lady juga diberik sejenis narkotika. Yg dilarutkan dengan alkohol 96%" ucap Tomuro.
Yoshiki membelalak kaget.
"Apa-apa'an dosis itu!?"
"saya bisa memberikan penenang pada My Lady. Tapi mungkin efeknya hanya akan sedikit mengingat dosisnya sangat besar"
"tidak perlu. Kau kembalilah"
"Permisi My Lord" setelah membungkuk, Tomoaki keluar dari ruangan besar yg merupakan kamar Yoshiki.
Yoshiki mendekati Hana.
Hana masih menggeliat. Deru nafasnya terdengar semakin kencang.
Entah sejak kapan. 4 kancing seragamnya sudah terlepas. Memperlihatkan tubuh bagian dalamnya.
Yoshiki mengelus puncak kepala Hana.
"ini... Salahku" gumannya.
"seandainya aku tidak terlalu pengecut!" Yoshiki masih berguman.
"Yoshiki-kun... Please... Fuck me" Hana menatap Yoshiki dengan tatapan memohon. Bibirnya terus berusaha untuk bertemu dengan bibir Yoshiki.
Yoshiki terdiam. "never.."
Selasa, 14 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar