Jumat, 24 Oktober 2014

Yami no Ai [Chapter 95]

Chap 95

Ia juga ingin bersandar pada pria yg dicintainya.
PLUK
Tiba-tiba sebuah tangan besar merengkuh kepalanya dan menyandarkan kepalanya pada sebuah bahu yg kokoh.
"Eh?"
"Kau bisa menggunakan bahuku jika kau mau..." ucap Yoshiki seolah tahu apa yg ada di pikirannya.
"T-tapi k-kenapa?"
"Hn. Karena aku suamimu"
Wajah Hana sedikit memerah mendengarnya. Bibir Hana tersenyum tipis.
'Aku tidak mengerti... Dia hanya memanfaatkanku... Hhh... Entahlah, mungkin setelah kehangatan ini aku kan menghadapi sesuatu yg sulit lagi' pikir Hana sambil memejamkan matanya. Ia sudah tidak peduli lagi dengan pemutaran film. Yang ia rasakan sekarang adalah nyaman yg luar biasa.
Yoshiki menyadari sudah tidak ada pergerakan pada bahunya. Yg ia rasakan sekarang hanyalah hembusan nafas yg damai.
Benar saja, Hana sudah terlelap dalam tidurnya.
Tangan Yoshiki menelusuri rambut hitam Hana.
Bibirnya tak sengaja tertekuk ke bawah. Membentuk senyuman tipis.

"Hn. Mau tidur sampai kapan?" ujar Yoshiki.
Perlahan saphire Hana terbuka. Berkedip sebentar sebelum terbuka sempurna.
"eghh..." Hana mengerjapkan matanya lagi.
"EH!? AKU KETIDURAN!!" teriak Hana.
"Hn"
Hana melirik jam di ponselnya. "GAWAT! SUDAH JAM SEGINI!" Hana segera bangkit.
"Kau akan ke perpustakaan kota kan? Mencari bahan untuk menulis laporan kegiatan klub Misterimu" tebak Yoshiki.
"Eh? Kok tau?"
"Tomuro yg memberitahuku"
"Kalian... Menggeledah rumahku ya?" tebak Hana sweatdrop.
"Hn"
"Sudahlah! Aku mau ke stasiun!"
"Hn. Shinkasen baru saja lewat pukul 3 lebih 40 menit tadi. Sekarang sudah pukul 3 lebih 42 menit. Kau akan sampai di stasiun pukul 4 lebih 1 dengan kecepatan berjalanmu"
"ukh..." Hana benar-benar tak bisa menyangkal ucapan Yoshiki.
"Sial kalau begitu aku akan ke rumah Yuki-kun saja untuk meminta bantuannya"
"Tidak perlu. Akan kuantar kau ke tempat istimewa yg kau ketahui tapi tak pernah kau masuki. Disana kupastikan kau menemukan semua materimu"
Hana cukup tertarik dengan tempat yg dimaksud Yoshiki. Jadi ia tak mungkin menolak ajakan itu

Dalam perjalanan, otak Hana masihlah bekerja. Ia memandang keluar jendela. Ia ingat betul jalan-jalan yg ia lalui sekarang. Bahkan menurut perkiraannya Yoshiki akan membawanya ke tempat itu....
Mobil Porsche 911 Yoshiki berhenti dan terparkir manis diantara jajaran mobil-mobil berkelas lainnya. Terjawab sudah pertanyaan Hana.
Yoshiki memang membawanya ke tempat yg sesuai dengan perkiraannya.
Yaitu mansion Yoshiki.
Yoshiki segera turun. Tapi nampaknya Hana tak kunjung turun.
"Hn. Kenapa?"
"Kenapa katamu? Ini kan mansionmu! Kenapa kau membawaku kemari? Kau kan mau menunjukan tempat yg bisa kugunakan untuk materi klub Misteri!"
"Hn. Ruangan itu ada di salah satu dari sekian banyak ruangan di mansionku"
"Kau tidak menipuku kan?" Hana menatap Yoshiki curiga.
"Hn" Yoshiki tak memperdulikan itu dan melangkah meninggalkan Hana.
"Eh? Hoy! Tunggu!" Hana segera keluar dari mobil dan berlari mengejar Yoshiki.

"Hey! Tunggu!" akhirnya Hana berhasil menyamai langkah Yoshiki.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.