Chap 97
"Pelelangan pelacur?"
"Hn. Ibuku hampir menjadi pelacur"
"Eh?" Hana sedikit terkejut mendengar ucapan Yoshiki.
"Selanjutnya mereka jatuh cinta dan menikah. Tapi Takeda tak pernah membiarkan prajuritnya memikirkan hal lain selain perang. Maka ia berusaha membunuh Akihito. Bertepatan dengan itu terkuaklah bahwa Marie salah satu anak dari hasil perselngkihuan seorang pedagang masyur saat itu. Marie dan Akihito dibawa ke Jerman dan Marie mengandung. Saat itu aku berusaha mendapatkan kemuliaanku sebagai malaikat. Tapi Ia menolakku dan menjatuhkanku ke bumi. Sebagai anak Marie dan Akihito. Kenanganku dihapus. Aku terlahir sebagai anak manusia. Polos. Tak ternoda. Sepertinya Ia berusaha membuatku menyadari keberadaanku yg jauh dibandingkan denganNya. Tapi aku menyadarinya saat aku berumur 14 tahun. Aku adalah Lucifer. Banyak orang hendak membunuhku setelahnya. Bahkan Akihito menyerahkanku pada para penyamun. Aku membakar mereka. Termasuk Akihito. Setelah itu Marie berusaha melindungiku. Tapi hati manusia itu mudah berubah. Marie ingin membunuhku. Ia sudah berkali-kali mencoba membunuhku. Terakhir, ia ingin menjatuhkan diri bersamaku dari ketinggian--sekitar lantai 6-8 jika dibayangkan dengan bangunan zaman sekarang--tapi aku selamat. Ia mati"
Tiba-tiba Yoshiki merasakan sebuah pelukan dari belakang setelah ia mengahiri ceritanya.
"Hn"
"Aku... Tidak menyangka masa lalumu seperti itu..." guman Hana. Kepala hitamnya ia sandarkan di bahu pria berambut biru dongker yg ia peluk.
"Khu..." Yoshiki mulai terkekeh. "Khukhukhu"
"Eh?" Hana cukup bingung setelah mendengar tawa aneh Yoshiki.
"Masa lalu? Aku bahkan menganggap itu bagai angin lalu. Tak berarti" ucap Yoshiki sarkatis.
"Tak berarti?"
"Hn."
"Hhhh" Hana menghela nafas berat. "Tapi aku penasaran dengan wajahmu waktu kau masih balita!" Hana mendadak bersemangat.
"Hn" Yoshiki kembali fokus pada lembaran di tangannya.
"Lalu kenapa kau menyimpan foto ini?" Hana menatap foto berbingkai yg sedari tadi dipegangnya.
"Aku pernah menjadi manusia. Setidaknya itulah kenangan yg kumiliki sebagai manusia"
Hana terdiam mendengar penuturan Yoshiki.
Yoshiki bangkit dari tempatnya. Ia berjalan ke arah salah satu rak buku. Menekan salah satu buku bersampul putih. Lalu muncullah pintu rahasia.
Yoshiki memasuki ruangan itu.
Tanpa disuruh juga Hana segera mengikuti Yoshiki karena rasa penasarannya yg tinggi.
Ruangan yg ia masuki sangatlah gelap dan pengap.
KLIK
Sebuah penerangan muncul dari sebuah lampu neon di pusat ruangan. Sehingga membuat seisi ruangan gelap tadi bercahaya.
Di ruangan itu terdapat sebuah tempat tidur kayu, beberapa mainan khas anak kecil, dan banyak foto. Foto dengan obyek yg sama seperti foto yg dipegangnya tadi. Dari pada disebut foto, semua benda berbingkai itu lebih mirip disebut dengan lukisan dan sketsa.
Hana terkejut melihat ruangan itu.
"Ini kenangan yg kumiliki sebagai Manusia"
"Kau... Menyayangi ibumu kan?" tanya Hana.
"Hn. Ia lebih baik dari Akihito"
Minggu, 26 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar