Selasa, 21 Oktober 2014

Yami no Ai [Chapter 92]

Chap 92

Muncullah pemuda dengan jacket DC berwarna biru ke abu-abuan.
"Yo!" ucap Setsuna dengan mengacungkan tangannya.
"Silahkan masuk"
Setsuna tersenyum dan segera melangkah masuk menuju ruang tamu.
Setsuna melihat ternyata sudah ada orang lain disanda. Tengah menatapnya dengan tatapan datar namun dingin.
"Loh? Kuroto?"
"Hn"
"Sedang apa disini? Mengerjakan tugas juga?" Setsuna duduk di sofa yg bersebrangan dengan Yoshiki. Hana menghidangkan ocha yg sama.
"Hn tidak. Hanya mengawasi milikku"
"mengawasi?" Setsuna kebingungan.
"Hn. Lupakan"
"Jadi mau mengerjakan sekarang?" tawar Hana.
"tentu. Aku membawa banyak data" Setsuna mengeluarkan laptopnya dari tas punggungnya.
Hana duduk di samping Setsuna. Mereka berdua pun fokus mengerjakan.

"..." Yoshiki bangkit.
"Eh mau kemana?" tanya Hana.
"ada telepon" Yoshiki segera menuju ruang belakang.
"oh"
Hana kembali fokus mengerjakan tugasnya.
Sebenarnya mereka baru saja membuat teori dasar. Belum bagian inti. Kenapa sangat lama? Karena mereka berdua berbeda jenis kelamin. Rasanya akan sangat aneh membahas alat kelamin masing-masing bukan?
Yoshiki dibalik dinding pemisah ruang tamu dan dapur diam-diam mendengarkan pembicaraan Hana dan Setsuna.
"nah sekarang kita urai fungsi-fungsi bagian pada alat reproduksi" itu suara Setsuna.
"Ah i-iya" jawab Hana.
Hening terasa. Hanya terdengar suara kertas digeser, ketikan pada keyboard laptop, dan suara-suara kecil lainnya.
"eghh... S-sudah?" wajah Setsuna sedikit memerah.
"sudah..." jawab Hana ragu. Wajahnya juga memerah.
"B-baiklah akan ku tulis" Hana menyalin data yg diberikan oleh Setsuna. Wajahnya memerah luar biasa saat melihat gambar--yg harusnya sudah biasa di bab reproduksi--alat reproduksi pria milik Setsuna.
Hening kembali. Hanya tersengar suara ketikan oleh Hana.
"K-kau pernah melihat organ reproduksi pria?" pertanyaan Setsuna refleks membuat Hana bahkan Yoshiki pun bereaksi.
"Eh?" Hana kaget dengan pertanyaan Setsuna.
"Ah lupakan itu pertanyaan konyol" Setsuna terkekeh. "Aku hanya bercanda" lanjutnya.
"Ahh! Kau ini!" Hana merengut. Tapi untung saja. Kalau Setsuna serius ia akan semakin bingung harus menjawab apa.
Ia pernah melihat organ reproduksi pria. Bukan hanya secara visual, tapi juga secara langsung. Ya... Itu milik Yoshiki.
"Kalau aku pernah. Melihat milik perempuan. Tapi hanya secara visual. Dari JAV" ucap Setsuna tiba-tiba.
"Eh? M-maksdnya? K-kenapa kau cerita padaku?"
Setsuna terdiam sejenak. "EHHHH!! SIAL AKU KECEPLOSAN!!"
Hana sweatdrop melihat Setsuna.
"kau... Hentai" Hana manatap Setsuna ngeri.
"Tidak! Itu sudah biasa kan! Umurku 16 tahun! Itu normal!"
"normal? Pelajar berusia 16 tahun menonton JAV itu normal?"
"Tunggu dulu! Dari mana kau tahu JAV itu berbau porno? Jangan-jangan kau juga melihat JAV ya!"
JLEB. Kena sasaran.
Hana membeku di tempatnya.
"Heee benar rupanya" Setsuna tersenyum aneh.
"Berisik! Aku tidak sengaja melihatnya tahu!" Hana berusaha kembali fokus pada ketikannya.
"fufufufu... Berarti kau sudah pernah melihat 'penis' kan?"

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.