Senin, 20 Oktober 2014

Yami no Ai [Chapter 91]

Chap 91

Pada pukul 9 siang pintu depan Hana berbunyi.
"Apa tidak terlalu pagi kerja kelompoknya?" guman Hana sambil membuka pintu.
CKLEK.
Muncullah sosok berambut jaged berwarna hitam kebiruan. Menatap Hana dengan kilatan obsidian mata hitamnya.
"Eh? Yoshiki-san?" Hana cukup kaget ternyata yg muncul bukanlah Setsuna Yahiko. Tapi malah Kuroto Yoshiki.
"Hn"
"A-ada a-apa kemari?"
"Hn. Apa tidak boleh?" tanya Yoshiki balik.
"Eh tidak apa kok. Silahkan masuk"
Yoshiki segera masuk dan langsung mendudukan dirinya di sofa empuk di ruang tamu.
"Tunggu sebentar kubuatkan ocha"
"Hn"
Tak lama kemudian muncullah Hana dengan nampan berisi nampan dengan 2 cangkir ocha diatasnya.
"S-sebenarnya ada apa Yoshiki-san kemari? Apa ada keperluan?" tanya Hana lagi yg tidak puas dengan jawaban Yoshiki tadi.
"Setsuna Yahiko akan kemari untuk mengerjakan materi reproduksi denganmu" jawab Yoshiki.
"He? Terus kenapa?"
"Aku harus mengawasi kalian berdua"
"Kenapa?"
"Aku tidak mau mengambil resiko"
Awalnya Hana masih tidak paham dengan pembicaran Yoshiki yg seakan-akan berputar-putar tidak jelas. Sampai akhirnya ia menyadari apa maksud ucapan pria itu.
"Aku tidak akan sampai melakukan 'itu' dengan Setsuna-kun!" ucap Hana dengan wajah memerah.
"Sudah kukatakan aku tidak mau mengambil resiko" Yoshiki menyesap ocha yg dihidangkan Hana.
"Hn. Kelihatannya kau sangat sibuk dengan kegiatan club"
"Ehm... Ya begitulah"
"Kenapa?"
DEG! Jantung Hana seakan berhenti berdetak mendengar pertanyaan dengan nada mengintimidasi dari suara Yoshiki terdengar.
Seolah pria itu tau semua kesibukannya itu dikarenakan dirinya.
"Eh etto... Anno... Hanya terarik saja..." jawab Hana seadanya.
"Kau tidak pernah tertarik dengan olah raga tennis Kuroto Hana"
Hana terdiam kembali. Apalagi saat Yoshiki memanggilnya dengan 'Kuroto Hana' seakan menunjukan dirinya adalah milik pria di depannya dan pria di depannya tau segalanya tentangnya.
"A-aku m-mau belajar, materi olah raga bab selanjutnya tentang tennis!" elak Hana.
"Hn. Kau bisa memintaku mengajarkannya padamu"
"Eh?"
"Hn"
"Tidak. Aku hanya seorang budak..." Hana menundukan kepalanya.
"Ck!" Yoshiki segera menindih Hana dan memaksa Hana menatap wajahnya.
"Aku tidak suka melihatmu berdekatan dengan pria lain! Termasuk dengan Raito Ahashi"
Hana tau siapa yg dimaksud Yoshiki. Raito Ahashi adalah pemain tenis terpopuler di Mirai no Gakko. Siswa cerdas dan tampan kebanggaan Mirai no Gakko.
"Aku hanya berlatih tennis dengannya Yoshiki-san!" Hana mencoba mendorong tubuh Yoshiki menjauh. Tapi gagal pria itu seakan terus berusaha mendekapnya.
"Tapi aku tidak suka! Aku benci melihatmu saat kau terpesona padanya!"
DEG. Hati kecil Hana seakan merespon ucapan Yoshiki barusan. Pria di depannya sedang cemburu berat. Tapi benarkah begitu? Atau itu hanya hayalan Hana? Atau cuma akal-akalan Yoshiki untuk membuat Hana luluh?
Pintu depan Hana kembali berbunyi.
Yoshiki segera melepaskan kunciannya dan membiarkan Hana untuk membuka pintu.
CKLEK.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.