Chap 79
Pergerakan Hana membuat Yoshiki sadar dan menatap Hana yg berada dalam gendongan bridal style-nya sudah terbangun sempurna.
"Eh?" Hana mencoba berontak.
Namun pegangan tangan Yoshiki jauh lebih erat.
Langkah kaki jenjang Yoshiki berhenti di depan sebuah pintu berdaun dua yg cukup besar. Pintu itu terbuka keduanya. Segeralah si pemilik kamar memasuki ruangan di balik pintu itu.
Mata saphire Hana melihat sekitar. Ia hafal betul tempat yg dimasukinya.
Cukup gelap, tapi tak membuatnya lupa ruangan yg menjadi saksi betapa Hana mencintai pria yg menggendongnya.
SRAK.
Kaki Yoshiki terdengar menginjak banyak kertas.
Penasran, Hana segera menengok kebawah, saat itulah ia sadar ruangan yg ini berbeda dengan ruangan yg dulu. Ruangan ini sangat berantakan. Kertas-kertas berserakan. Buku berjatuhan. Dan lain sebagainya.
Yoshiki menjatuhkan tubuh Hana dengan perlahan di atas ranjang empuk berwarna putih.
"Misaki!" teriak Yoshiki.
"Yes, My Lord?" seorang maid berambut coklat datang menghampiri Yoshiki setelah sepersekian detik.
"Buatkan dia sup yg hangat. Coklat panas, atau apapun itu. Dan berikan dia pakaian yg lebih hangat"
"Yes My Lord" maid itu berojigi.
Tubuh Hana nampak semakin tidak enak--sedikit mati rasa. Bibirnya terasa kering. Matanya berat. Padahal ia sangat ingin terjaga dan mendengarkan pembicaraan Yoshiki.
Tapi rasa kantuk terus menyerang kedua kelopak matanya. Membuatnya tak mampu terus bertahan membuka mata.
Setelah kepergian Misaki, Yoshiki--dengan kedua tangannya berada di dalam saku celana kainnya--beralih pandangan ke arah Hana yg kembali tertidur pulas.
"..." Yoshiki menatap Hana dengan kedua alis berkerut ke atas. Matanya sarat akan kesedihan.
Tangan kanannya bergerak keluar dari saku celananya dan mulai mengelus puncak kepala Hana hingga rambut pendek Hana.
"Tidak bisakah kau mengerti perasaanku My Lady?" guman Yoshiki.
Kedua saphire Hana perlahan membuka kembali. Mengerjap perlahan lalu terbuka sedikit.
"nghhh" eluh Hana sambil meregangkan tubuhnya.
"Ohayou... My Lady" suara Misaki menyambut bangunnya Hana.
"Eh? Ohayou Misaki-san" jawab Hana sambil mengucek matanya.
"Bagaimana tidur anda?" tanya Misaki sambil tersenyum. Tangannya sibuk menyiapkan sesuatu di atas nampan.
"GAWAT! AKU TERTIDUR! ADUH! AKU HARUS SEGERA PULANG!" Hana segera bangkit begitu saja setelah menepuk jidatnya.
Misaki menahan Hana dengan lembut.
"Anda bisa demam lagi jika keluar dari sini"
Hana menyentuh puncak kepalanya.
"Aku sudah sembuh!"
"Tapi My Lord meminta saya supaya anda tetap disini sampai demam anda turun. Suhu badan anda masihlah 38 derajat."
Hana tak melawan. Apalagi Misaki terus berusaha mendorong tubuhnya untuk duduk di tepi ranjang.
"Silahkan" Misaki menyajikan sebuah bubur berwarna merah di atas sebuah nampan.
KRUYUK.
Perut Hana berbunyi saat hidungnya mencium bau lezat yg menguar dari kuah sup.
"glek" Hana menelan ludah.
Misaki kembali tersenyum.
"K-kalau begitu... Itadakimasu" Hana membawa mangkuk kecil berisi sup.
Rabu, 08 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar