Selasa, 28 Oktober 2014

Yami no Ai [Chapter 99]

Chap 99

"Tomuro-kun? Kenapa ponsel Yoshiki ada padamu?"
"Dengarkan aku Hana. Ini serius. Yoshiki sedang dalam interogasi dunia bawah"
Alis Hana berkerut. Apa lagi ini? Kenapa semakin rumit? Hana semakin merasakan firasat buruk yg sedari tadi ditepisnya.
"Dunia bawah?"
"Ya, akan kujelaskan lebih lanjut jika situasinya sudah membaik. Sekarang dengarkan aku Hana. Patuhi instruksiku."
Tubuh Hana menegang. Nada bicara Tomuro tak biasanya begini--paling tidak biasanya ada sedikit nada canda. Sepertinya situasinya benar-benar serius. Dan sepertinya ada sangkut pautnya dengan Yoshiki.
"B-baik" jawab Hana sambil meneguk ludah.
"Pertama beritahu aku lokasimu sekarang"
"Aku di sekolah. Sebentar lagi pulang"
"Usahakan kau pulang tidak sendiri. Dan usahakan kau pulang bersama laki-laki agar bisa melindungimu bila terjadi apa-apa"
"'apa-apa' yg seperti apa Tomuro-kun?"
"jangan banyak tanya cukup lakukan!"
"B-baiklah"
"Lalu, sampai dua hari kedepan kau harus tetap dirumah"
"Apa maksudmu!? Kau menyuruhku diam saja di rumah tanpa memberi penjelasan apapun? Kau gila! Besok aku ada ujian Kimia!" baik, Hana bisa menuruti perintah Tomuro pertama tapi ia tidak bisa--sangat tidak bisa!--menuruti pertintah yg kedua. Tidak ikut ujian Kimia sama dengan ujian susulan dan sama dengan mengerjakan di ruang guru. Hana tak mau ambil resiko mengerjakan ujian dengan tak santai karena dipelototi berpasang mata guru disana.
"Ini demi keselamatanmu!" nada bicara Tomuro naik satu oktaf. Membuat Hana tersentak mendengarnya.
"Mereka akan--bbzzt--zzt-trek tuut tuut" Panggilan terputus.
Hana menatap layar ponselnya keheranan. Satu pertanyaan 'sebenarnya apa yg terjadi?'
"Waktu menelepon sudah habis Arashi-san" ucap seorang wanita blonde sambil memegang ponsel yg tadi baru saja ia rampas dari tangan Tomuro.
"Oh begitu..."--DUAR. Seketika muncul ledakan kecil dari ponsel itu.
"Ukh!" refleks wanita itu menjatuhkan ponsel yg meledak itu.
"wah meledak! Sepertinya Yoshiki harus beli ponsel yg tidak sekali pakai. Masa' baru dibuat sekali telepon langsung meledak" ujar Tomuro seolah mengejek wanita di depannya dengan seringai di bibirnya sehingga memperlihatkan sedikit gigi taringnya.
"Shit!" rutuk wanita itu.
Gagal sudah rencana untuk mengambil informasi dari ponsel milik raja iblis.
Melihat wanita itu merutuk Tomuro hanya bertanya, "kenapa?"
"Sialan!" teriak wanita itu lalu dihempaskannya pecut yg nampaknya persis sepeti dengan pecut yg digunakan dalam adegan BDSM.
"eits" Tomuro menghindar dengan mudah.
'huft, untung SIM-CARDnya selamat' batin Tomuro.
"wanita tidak boleh menyerang pria loh" Tomuro terus berusaha menghindari setiap cambukan dari pecut itu.

"Kisaragi-san, kita searah kan?" tanya Hana setelah mengatur nafasnya yg ngos-ngosan setelah berlari dari halaman depan sekolah ke arah bangunan sekolah lama yg sering digunakan klub band untuk berlatih yg letaknya sangat jauh dari halaman depan. Apalagi harus menaiki 6 anak tangga.
"Eh, Rayumi-senpai? Ada apa?" kouhai Hana tersebut mendatangi senpainya yg bergelagat aneh.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.