Chap 96
"Hn"
"Kita mau kemana sih?"
Yoshiki tak menjawab. Ia terus melangkah. Namun ia tetap memperhatikan langkah Hana.
Mereka berdua berjalan, berkelok, menaiki tangga, dan berjalan lagi. Ya, ini resiko memiliki mansion yg luas. Lelah.
Hana mengatur nafasnya yg ngos-ngosan. Akhirnya pria pemandu jalan di depannya berhenti di sebuah ruangan berdaun pintu dua.
Pintu berdaun dua itu terbuka dengan sendirinya. Yoshiki segera memasuki ruangan itu. Hana pun mengekor di belakangnya.
"Ini ruangan pribadiku" jelas Yoshiki.
Hana tak memperdulikan penjelasan Yoshiki. Saphirenya telah terpana oleh buku-buku yg berjajar rapi di rak ruangan itu.
"Keren!! Bahkan koleksi Agatha Crhriste-nya lengkap! Kyaaa Sherlock Holmes! Ada Arsene Lupin juga!!" Hana bersorak kegirangan mengelilingi rak-rak buku itu.
"Hn" Yoshiki memilih duduk di sebuah kursi putar yg di depannya tersedia meja baca.
Ruangan ini merupakan ruangan pribadi Yoshiki. Tak ada yg boleh memasuki ruangan ini selain dirinya. Itulah peraturan yg wajib dipatuhi seluruh penghuni mansionnya. Jika ada yg berani memasuki ruangan itu, bahkan Tomuro pun, Yoshiki akan langsung memusnahkan orang itu.
Lalu kenapa Hana diperbolehkan?
Sementara Hana masih ribut dengan buku-buku misteri koleksi Yoshiki, terdengar ketukan dari pintu berdaun dua tadi.
"Hn" Yoshiki membuka pintu itu sedikit lalu keluar dan menutupnya kembali.
"Hn. Tomuro?"
"Kabar bagus Yoshiki. Tambang mutiara di daerah Afrika telah diledakan. Untuk sementara presiden Holl tidak bisa berkutik selain mengikuti kemauan kita"
Bibir Yoshiki membentuk seringai.
"Kuserahkan padamu Tomuro"
"Siap laksanakan jendral!" Tomuro berpose siap bagai prajurit-prajurit perang yg menghadap atasannya.
"Hn"
"Oh ya, sepertinya kau tidak sendiri di sana?"
"Hn. Dia ada di dalam"
"My Lady?"
"Hn"
"Bukannya ini ruangan pribadimu ya? Kenapa ada orang lain yg masuk? Kau tidak memusnahkannya?"
"Hn. Kami telah menjadi satu"
"Ck! Sekali-kali izinkan aku hanya mengintip saja"
"Hn."
"Kalau begitu aku permisi. Titip salam buat My Lady ya... My Lord~" goda Tomuro sebelum ia menghilang.
"Hn" Yoshiki kembali memasuki ruang pribadinya.
Mendadak ruangan menjadi sepi. Padahal tadi Hana sangat ribut.
Onix Yoshiki menangkap Hana tengah menatap sebuah foto berbingkai.
"Hn"
Gumanan Yoshiki menginterupsi kegiatan Hana.
Hana mendongkak dan menatap Yoshiki.
"Yoshiki-san, ini siapa?" Hana menunjukan seorang wanita paruh bayah tengah tersenyum tipis. Gaun birunya yg menjuntai beserta beberapa aksesoris berkilauan nampak mempercantik wanita berambut sebahu yg ada di foto.
"Ibuku"
Hana tercekat mendengar jawab Yoshiki.
"Ibu?"
"Diego Marie. Itu namanya" Yoshiki kembali duduk di kursinya tadi. Entah kapan tangannya sudah memegang beberapa kertas print-out.
"Diego Marie?" Hana mengulai nama ibu Yoshiki.
"Hn. Aku lahir dengan darah campuran. Jerman-Jepang. Ayahku Akihiko Kuroto. Seorang prajurit perang Shigen Takeda. Bertemu ibuku yg seorang Biarawati gereja yg dianggap sesat di pelalangan pelacur"
Sabtu, 25 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar