Chap 84
"Nah sekarang tidak akan ada yg mengganggu" siswa yg berbadan besar entah sejak kapan sudah membawa sebuah suntik berisi cairan bening.
"He-hentikan... HENTIKAAAN!!" Hana berteriak sejadinya dengan sangat keras.
"!!" Yoshiki yg mendengar sayup-sayup teriakan Hana dari kejahuan segera berlari menuju asal suara.
Dan tak sengaja berpapasan dengan Kaba.
"Di mana Hana? Kau apakan dia!?" Yoshiki menahan Kaba dengan banyak pertanyaan.
Kaba yg bertemu Yoshiki menjadi sangat ketakutan.
"K-Kurot-to..?"
"Dimana dia!?" Yoshiki menaikkan satu oktaf suaranya.
"Akhhh!!" Hana masih berusaha meronta. Wajahnya semakin tak karuan karena air mata sudah membasahi seluruh pipinya.
Tangan kanannya sudah di genggam oleh siswa yg berambut biru tua. Pegangan siswa berambut merah di belakangnya tak kunjung mengendur. Sementara siswa yg berambut ungu mulai menyuntikan jarum suntik ke kulit tangan Hana.
"AKKKKHHH!!!" Hana memekik semakin kencang saat jarum suntik itu sukses menusik pori-pori kulitnya, dan terasa sesuatu cairan memasuki tubuhnya.
Yoshiki yg mendengar itu sekali lagi segera berlari secepat mungkin menuju asal suara.
"hhh...hhh..." tubuh Hana seketika lunglai dengan deru nafas yg cepat.
Tidak ada pemberontakan.
Tidak ada gerakan kasar.
Siswa yg sedari tadi menahan tubuh Hana dari belakang akhirnya memutuskan untuk melepaskan Hana.
Wajah Hana perlahan memerah. Wajahnya menjadi sayu. Deru nafasnya menjadi semakin berat.
"cepat sekali daya kerjanya" siswa berambut biru berucap.
"Aku menyuruhnya menamba dosisnya" balas siswa yg bertubuh besar.
"heee...."
Hana menatap ketiga siswa di depannya dengan tatapan sayu.
"unghhhh" tubuh Hana menggelinjang.
"Baiklah. Itadakimasu~" siswa berambut biru tua mendekatkan wajahnya dengan wajah Hana--hendak mencium Hana.
BRAAAAK!
Pintu UKS dibuka paksa.
Yoshiki menatap Hana yg tergeletak di lantai dikerumuni oleh 3 siswa yg sudah bertelanjang dada.
Onixnya mengecil tanda shock.
Seketika amarah memenuhi dirinya.
"Oi oi masih ada siswa lain disini?" guman siswa yg berambut merah.
"Bukanya kau... Si Yoshiki Kuroto itu?"
Yoshiki tak memperdulikan itu. Yg ada di kepalanya sekarang adalah Hana. Dan hanya Hana.
"Jangan sentuh...." Yoshiki berjalan mendekat.
"Hey! Mana sopan santunmu? Pulang sana kau masih kecil!" siswa berambut biru menghadang Yoshiki.
"Jangan sentuh... Milikku!" Yoshiki meghantam pipi siswa itu. Hingga membuatnya terjelembab kebelakang dan kepalanya membentur lantai hingga berdarah.
"akh!"
"Apa yg kau lakukan hah!?" siswa berambut merah berlari menerjang Yoshiki.
BLAR
Tiba-tiba tubuh siswa itu terbakar. Sebuah api misterius menyelimuti tubuh siswa itu.
"uaaaa!! Rghhh!! Panas! Aarrgh!!" jeritan memilukan siswa itu terdengar.
"Hakuto!" siswa berambut ungu itu menatap ngeri temanya yg terbakar.
Yoshiki melewati siswa itu.
"ughh!" siswa berambut ungu itu menatap ngeri Yoshiki.
"si-siapa k-kau s-sebenarnya?"
Yoshiki menatap tajam siswa itu.
ZRASSH
Seketika tubuh siswa itu termutilasi.
Senin, 13 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar