Chap 80
Ditiupnya perlahan sup merah itu. Dengan sendok sup yg tersedia Hana mulai mengecap rasa sup merah itu.
Sementara Misaki masih terlihat sibuk dengan trolinya.
Hana kembali menyuapkan sesendok sup merah hangat ke mulutnya. Mengecapnya perlahan lalu di telannya. Sehingga menciptakan suasana panas di perutnya yg terasa dingin.
"Yo!" sebuah suara 'Drak' terdengar.
Refleks Hana dan bahkan Misaki pun menoleh ke asal suara.
Rambut merah menyala bagai jilat api neraka. Mata menyala bagai mata hewan buas yg siap menerkam siapapun. Kulit putih pucat menawan.
"Tomuro-kun?" ucap Hana.
"Bukan. Aku pengantar paket"
"he??" Hana sweatdrop.
Tomuro berjalan mendekat ke arah Hana.
TEP. Tangannya langsung memegang dahi lebar Hana. Tentu saja untuk memeriksa keadaan Hana.
"wah benar suhumu tinggi sekali"
"hmmm" Hana hanya berguman malas. Kembali dikecapnya sup merah di tangannya.
"Kau nampaknya butuh sesuatu yg mampu membuatmu berkeringat, supaya demammu sembuh" Tomuro melangkah mendekati Misaki. Ekor Saphire Hana hanya mengikuti setiap gestur Tomuro.
"seperti ini..." Tomuro menyambar wajah Misaki, mengarahkan wajah merona maid itu ke wajahnya. Lalu dimasukannya lidahnya ke dalam mulut sang maid.
Misaki awalnya cukup kaget. Tapi akhirnya ia menikmati setiap panggutan lidah Tomuro.
Mereka bercumbu hampir lebih dari 2 menit. Ruangan berantakan itu pun untuk sesaat di penuhi suara 'lck...clk...ckl...' aneh.
Wajah Hana merona melihat adegan luar biasa di depannya.
"seperti itu" Tomuro tersenyum menatap Hana setelah menyudahi aksi gilanya.
"apa maksudmu sih?" Hana memalingkan wajahnya menahan rona malu di wajahnya.
"Hahaha aku hanya bercanda" Tomuro tergelak.
"Ah ngomong-ngomong, kenapa kamar ini berantakan sekali?" mata Hana menelusuri setiap sudut kamar Yoshiki--yang dulu juga kamarnya.
"itu..." Misaki berguman tidak jelas.
"Dia mengobrak-abrik tempat ini" jawab Tomuro.
Fokus Hana teralih kepada Tomuro seketika.
"Tepat setelah kau menerima pernyataan cinta si ketua klub pecinta alam itu" lanjut Tomuro.
"Eh? Kenapa?"
"Menurumu kenapa? Bayangkan saja. Seorang suami tiba-tiba melihat istrinya, yg seharusnya ada di dekatnya tiba-tiba harus melihat istrinya menerima pernyataan cinta orang asing. Tertawa bahagia bersama orang asing itu. Sang suami sangat tidak terima hal itu. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa melampiaskan kemarahannya pada sesuatu yg lain. Pada kasus ini, kamar ini lah korbannya" Tomuro berjalan menghadap cendela malam yg tirainya di buka sehingga memantulkan cahaya bulan--membelakangi Hana.
"Ak...Aku bukan siapa-siapanya. Aku hanyalah pemasok kekuatannya" Hana terbata.
"Khu..." Tomuro terkekeh lagi.
"Kau benar-benar bodoh. Coba kau fikir kembali--"
"Hn." ucapan Tomuro terhenti saat terdengar gumanan dingin yg bahkan sanggup mengalahkan dinginnya udara saat ini.
"Bagaimana demammu?" Yoshiki datang menghampiri Hana.
Hana yg tengah duduk di pinggir ranjang entah kenapa tak bisa berkata apapun. Entah mengapa.
Kamis, 09 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar