Jumat, 17 Oktober 2014

Yami no Ai [Chapter 87]

Chap 87

"aku meninggalkanmu disini. Selama 2 jam. Untunglah efeknya cepat selesai"
Hana hanya bisa terdiam menatap Yoshiki.
"Cepat kenakan seragammu, akan kuantar kau pulang" Yoshiki memalingkan wajahnya yg dingin itu. Benar-benar Yoshiki Kuroto. Lelaki dengan wibawa luar biasa tinggi. Bahkan ia tak rela wajahnya yg memerah samar karena melihat tubuh Hana terlihat.
"Eh?" Hana baru sadar dia masih belum mengenakan seragamnya. Segeralah dikenakannya seragam itu.
"Bukannya kau ada jadwal makan bersama dengan dewan direksi Austria ya?" tanya Tomuro yg tiba-tiba muncul.
"Batalkan"
Hana yg masih sibuk mengenakan pakaiannya dengan rapi mencuri dengar pembicaraan dua pria itu.
"Kau gila? Ini kesempatan kita menguasai Austria..."
"Hn. Aku tidak peduli" Yoshiki berjalan melewati Tomuro.
Hana segera menyusul Yoshiki dengan langkah lebar setelah mengenakan seragamnya.

Keadaan sunyi kembali menjalar di dalam mobil Ferarri FF Silver yg tengah dikendarai Yoshiki untuk mengantar Hana.
Hana semakin tidak tahan akan suasana mencekam seperti ini!
"a-ano... Terima kasih sudah menyelamatkanku..." ucap Hana akhirnya.
"Hn"
Hana bingung hendak berkata apa lagi. Respon 'Hn' milik Yoshiki bagikan skak-mat bagi Hana. Ia sudah tak bisa bicara lagi.
"Kau tidak memiliki perasaan terhadapnya kan?" ucapan tiba-tiba Yoshiki refleks membuat Hana menatap pria itu. Lalu Hana menunduk.
"Ya..." jawab Hana datar.
"Hn. Lalu kenapa kau menerima pernyataan cintanya?"
"A-aku... Entahlah. Aku sama sekali tidak pernah berpacaran dengan siapapun. Aku hanya ingin melupakanmu! Jadi aku harus memiliki penggantimu!"
"Kau hanya milikku. Hana Kuroto. Bahkan bisa dibilang Cinta, perasaan, dan hatimu sudah kueksploitasi sendiri sekarang" ucap Yoshiki dengan seringainya.
Hana menunduk mendengar ucapan Yoshiki.
"Aku sepertinya memang hanya milikmu. Tapi sayangnya aku tak bisa memilikimu" guman Hana.
"Apa maksudmu?"
"Aku budakmu kan... Seorang budak tidak pantas menginginkan tuannya"
Yoshiki terdiam mendengar penyartaan Hana.
"Kalau begitu aku akan menjauh dari kehidupan sang tuan" Hana tersenyum aneh kearah Yoshiki.

Mesin Ferarri FF itu perlahan menurun dan berhenti di depan sebuah rumah.
Hana hendak turun dari mobil mewah itu. Tapi tangannya dicegah oleh tangan kekakr Yoshiki.
"Eh?" Hana terhenti. "Ada apa?"
"Berhenti memanggilku dengan sebutan 'tuan'. Dan lagi aku tak akan membiarkanmu pergi menjauh dariku" Yoshiki menatap Hana dengan tatapan serius.
Hana menepis cengkraman Yoshiki. Dan tersenyum miris.

Keesokan harinya Hana benar-benar menjauh dari Yoshiki. Tidak hanya dari Yoshiki saja. Tapi kepada semua hal yg berbau Yoshiki.
Pada jam pelajaran ia berkutat fokus pada materi. Pada jam istirahat ia segera keluar kelas. Entah kemana.
Bahkan pulang pun Hana langsung berjalan secepat kilat meninggalkan kelas dan berlajan pulang.
Hebatnya dalam seharian Yoshiki terasa dicueki oleh Hana.
Tidak ada satu tatapan pun yg bertemu antara onix Yoshiki dan Saphire Hana.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.