Chap 74
"kalau begitu. Aku permisi. Selamat malam... Hana..." Yoshiki melangkah keluar dari kediamaan Rayumi.
Sementara Hana hanya bisa memandang mobil hitam Yoshiki melaju kencang hingga tak terlihat.
Keesokan harinya kelas Exelent kedatangan Kaba si ketua pecinta-alam. Siswa bertubuh tegap itu segera berjalan menuju bangku Hana--yg melewati bangku Yoshiki--dan mengagetkan Hana dengan kedatangannya.
" ... ." ekor mata Yoshiki mengikuti pergerakan siswa itu.
Diambang pintu kelas Exelent terlihat Yui, Shiro, dan Maki tengah asik mengintip.
"R-Rayumi-s-san...?"
"Eh? K-kaba-s-san?" Hana mendongkak menatap wajah Kaba.
"B-bisa bicara di luar?"
"B-boleh" mereka segera melangkah keluar kelas Exelent.
" ... ." setelah memastikan kedua orang itu telah meninggalkan ruangan, Yoshiki segera bangkit dari duduknya dan membuntuti kedua orang tersebut.
Saat melewati pintu kelas Exelent, Yoshiki berpapasan dengan Yui, Shiro, dan Maki.
Langkahnya terhenti saat mendapati Hana dan Kaba ternyata hanya duduk di dudukan marmer di dekat kelas Exelent.
Hana duduk di dekat Kaba dengan jarak tidak lebih dari 10cm, apalagi wajah Hana yg tersipu malu ketika menatap wajah Kaba. Membuat Yoshiki terus berdecak dan menahan rasa geram dirinya.
"Sudah makan?" tanya Kaba.
"Sudah. Kau sendiri?"
"Belum, tapi asal bersamamu aku tetap bisa kenyang kok"
"Hahaha, kau jago ngegombal ya"
"Yoshiki Kuroto itu... Dia matanmu?"
"a...." Hana terbata sebentar. "I-iya"
"Oh, lalu apa hatimu masih bisa menerima seorang lagi?"
"a-apa maksudmu?"
"maksudku, aku menyukaimu. Maukah kau menjadi pacarku?" Kaba, dengan wajah super seriusnya menatap Hana meminta jawaban.
Refleks wajah Yoshiki menatap dua sejoli itu dengan tiba-tiba begitu ia mendengar pernyataan Kaba terhadap Hana.
"Tapi... Aku..." Hana menunduk bingung.
"tak apa, aku akan menunggu, sampai kau siap" jawab Kaba.
"apakah kau... Mencintaiku, Kaba-kun?"
"tentu! Itu sudah pasti!"
"K-kalau begitu. Ini tanggal jadian kita" Hana memalingkan wajahnya yg memerah.
DEG. DEG. DEG.
Tubuh Yoshiki bergetar hebat. Ia sempat limbung namun untunglah ia bisa menahan keseimbangannya.
'Hana menerimanya. Dia serius ingin pergi dariku. Tidak! Tidak akan kubiarkan! Kau hanya milikku seorang!'
BRAK!
Rumah depan kediamaan Rayumi terbuka dengan paksa oleh seseorang. Hana yg mendengar itu sangat kaget, ia segera menuju ruang depan dengan tergesa-gesa.
Saat sampai di ruang depan Hana sangat shock. Ia melihat Yoshiki disana. Berdiri di ambang pintunya. Dengan aura hitam menguar di belakangnya.
"APA MAKSUDMU!?" teriak Yoshiki dari tempatnya.
Hana hanya menatap Yoshiki bingung.
GREP--
Tiba-tiba tubuh Yoshiki sudah berada di depan Hana dan menghimpitnya di antara tembok.
"APA MAKSUDMU MENERIMA PERNYATAAN CINTANYA??" Lagi, Yoshiki mempertegas pertanyaannya. Tanpa menurunkan satu oktafpun suaranya.
"Lepaskan arghh-ku!" rintih Hana, ia berusaha mendorong jauh pria berotot di depannya.
"JAWAB AKU!!" Yoshiki masih ngotot.
"..." Hana terdiam sebentar.
Jumat, 03 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar