Selasa, 18 Maret 2014

Yami no Ai [CHAPTER 13]

Chap 13

Karena, yeah Hana sama sekali tidak tertarik dengan hal yang bernama "cinta".
Tapi kenapa? Dadanya terasa sesak mendengar suara Yoshiki yang mabuk seperti orang yang terpuruk sangat dalam dengan kesedihan.
"Karena... Aku menyukaimu" jawab Hana ragu.
"Lalu... Gluk..." tanya Yoshiki yang kemudian dilanjutkan meneguk sesuatu.
"Yoshiki! Kau minum lagi? Hentikan!" perintah Hana tegas.
"...." Yoshiki terdiam cukup lama.
"....Sraak..." suara derit kursi yang digeser terdengar. Nampaknya Yoshiki bangkit dari duduknya.
"Kau milikku. Kau hanya boleh menatapku. Kau hanya boleh menyebut namaku. Kau hanya boleh mencintaiku. Kau hanya boleh menyukaiku." racau Yoshiki tanpa henti.
"...." Hana terdiam. Wajahnya memerah panas.
"Wa-wakatta! Sekarang berhentilah minum!" mungkin hanya ini, yang dapat Hana katakan untuk saat ini.
"Hn... Tit. Tuut Tuut." dan telepon ditutup.

Pagi harinya di Mirai no Gakko seluruh siswi digemparkan dengan sebuah kejadian yang luar biasa. Tentu saja kalau bukan idola mereka--Yoshiki Kuroto--menggandeng tangan seorang gadis berdada rata, berambut pendek, tidak stylis, dan hyperactiv.
Beratus tatapan mengarah tepat kepada Hana. Dari ekspresi marah sampai ekspresi meremehkan terus menghujam kedapa Hana.
'Ha ha ha' tawa Hana hambar. 'siapa sangka digandeng Yoshiki di tempat seperti ini bisa membunuhku' batin Hana.
"Hn" nampaknya si idola tidak peduli dan dengan santainya menggandeng--ah mungkin bagi Hana menarik--Hana.
"He? Pasangan baru?" tanya Maki begitu melihat keduanya memasuki kelas dengan Yoshiki tetap menggandeng Hana.
"Ha ha ha" tawa Hana hambar.
"Bisa jadi" jawab Hana hambar.
"Are!? Bagaimana dengan Ryuu-senpai? Dia bahkan sudah mulai pek-"
"Bisa hentikan itu?" sela Yoshiki kemudian kembali menarik Hana untuk duduk di bangku mereka.
"Maaf sensei terlambat. Sekarang buka halaman 74, kita lanjutkan belajar Fluida" ucap Hibiki-sensei yang baru masuk.

Bel pergantian jam pelajaran terdengar. Di kelas X-4 saat ini pergantian menjadi kelas olah raga. Dengan cepat Hana memasuki ruang ganti. Namun ternyata Hana kurang cepat. Pintu ruang ganti sudah tertutup.
"Are? Minna~ aku masuk~ tolong bukakan" Hana mengetuk pintu.
Tiba-tiba pundak Hana terasa ada yang menyentuh. Begitu menoleh ternyata itu adalah Maki.
"Ayo ganti di kamar mandi saja. Akan kutemani." dan begitulah, karena mereka ganti di kamar mandi jadi memakan waktu yang lebih lama untuk tiba di lapangan.

"Hana! Maki! Kenapa kalian telat!?" tanya Kaname-sensei selaku guru olah raga.
"Gomen sensei. Nampaknya saya dikira cowok dan mau mengintip ruang ganti cewek. Jadi saya ganti di toilet."
semua siswi langsung mencibir pelan.
"Alasan sensei! Kami menyuruhnya cepat masuk tapi dia sendiri yang berlari. Mengejar siswa lain mungkin dasar pelacur" ucap Luka santai.
"Luka!" hardik Kaname-senpai.
"Gomennasai sensei. Tidak akan saya ulangi," Luka meminta maaf.
Sementara Yoshiki menatap Luka dengan tatapan dingin. Luka yang ditatap hana memasang wajah memerah.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.