Chapter 3
Introducted
"Hanaaaaa!" Maki mulai berteriak-teriak.
"Nani? Kizu-senpai?" tanya Hana bosan.
Maki mengangguk-angguk semangat. Wajahnya memerah.
"Hah...." Hana menghela nafas.
"Maki serius lah sedikit! Mulai nanti persiapan Fest loh!" ingat Hana.
"Ah, aku sudah merelakan diriku memakai pakaian itu kan?"
"Ya tapi... Ah sudahlah..."
Sreek. Pintu kelas 1-A terbuka.
"Minna-san," wali kelas 1-A, Yumichi-sensei muncul.
Seluruh siswa refleks kembali duduk dengan tenang.
"Nee, dengan kepindahan Shiki kelas ini menjadi kekurangan murid. Namun kali ini akan ada siswa yg melengkapinya. Silahkan..."
Lalu masuklah seorang pemuda.
Berambut raven. Bermata onix. Kulit putih. Tegap. Stylis. Kece. Modis.
Seluruh siswa perempuan langsung bersemu.
"Kyaaaa tampan!!" teriak mereka.
Safir Hana membulat.
'Ku-Kuroto... Yo-Yoshiki...'
"Perkenalkan dirimu," perintah Yumichi-sensei.
"Ha'i. Watashi wa namae wa Kuroto Yoshiki desu," Yoshiki memperkenalkan dirinya dengan wajah datar.
"Apa alasanmu pindah kemari?" tanya sensei.
"Saya sedang mencari seseorang," ucap Yoshiki datar.
"Ah.. Ahaha sou ka..." Sensei nampak bingung.
"Kalau begitu kau boleh duduk di dekat Rayumi-san yg kosong,"
"Hai." Yoshiki segera menuju ke tempat duduk kosong itu.
Safir Hana hanya memandangi Yoshiki tak percaya. Sementara Yoshiki hanya menyunggingkan seringai tipis. Yang membuat seluruh gadis berteriak-teriak.
"Saa, Kalian diberi waktu 2 hari untuk Class Fest. Yumichi-sensei mengucapkan selamat berjuang ya!"
"Ooo!!" jawab murid kelas 1-A semangat.
"Yosh! Minna-san rencana kita udah final. Tinggal kita beli bahan-bahannya. Kita harus bisa mendekorasi ruangan ini menjadi layaknya aula kerajaan eropa yoo!" teriak Hana selaku panitia kreative dengan berapi-api.
"Yooo!" jawab semua siswa berapi-api.
"Hhh..." Hana menghela nafas berat dan menuju bangkunya untuk mengambil botol minumya. Habis. Dia sadar telah meminumnya sampai habis setelah makan siang tadi.
"Hhh..." makin lesu saja Hana nampaknya. Ditambah beban pikiran.
Csss.... Sebuah benda dingin menyentuh pipinya.
"Eh?" Hana kaget.
"Kau haus... Minumlah," Suara itu! Hana segera menoleh untuk mengetahui benar atau tidak siapa yg ada dipikrannya. Benar!
"Ku-Kuroto..-san,"
Mata onix Yoshiki seakan menusuk kedalam safir Hana. Seakan paham maksud Yoshiki, Hana segera mengoreksi kata-katanya.
"Y-Yoshiki-san..."
"Minumlah..."
Hana meraih minuman isotonik itu.
"A-Arigato..." lalu ditengguknya minuman isotonik dingin menyegarkan itu.
"Huwaaa segarnya!" Hana berteriak gj lagi.
Yoshiki sweatdrop ringan. "Ehehe gomen,"
"Hn"
"Ano..ne.. Yoshiki-san. Boleh tanya?"
"Hn. Nani?"
"Aku agak bingung. Atau otakku saja yg terlalu bodoh... Ng... Apa maksud dari mencari seseorang?"
"Hn. Kau penasaran?"
Hana mengangguk.
"Hn. Kau nanti juga akan tahu."
"Hanaaaaa!! Gawat! Gawat!" Maki berlari dan berteriak-teriak gj. Penghancur suasana!
"Ehh... Kenapa?" Hana sweatdrop.
"Kizu-senpai dan Ryuu-senpai! Mereka melakukan sosialisasi per kelas!"
Deg. Wajah Hana memerah.
Senin, 03 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar