Selasa, 18 Maret 2014

Yami no AI [CHAPTER 15

Chap 15

"Hei baka! Sesuai janji susu kaleng!" Hana mengacak rambut Sasano.
"Hahaha kau mendengarnya?" Sasano memalingkan wajahnya.
"Aku mendengarnya kok." Hana mendekatkan wajah seriusnya pada wajah Sasano.
"Hahaha! Wakatta aku traktir kamu!" Sasano mengacak rambut Hana dan membuat jarak diantara wajah mereka semakin dekat hingga jidat lebar mereka saling bertemu.
"Gomen minna. Sensei ada panggilan mendadak. Kalian sensei bebaskan berolahraga. Namun kalian harus terus bergerak. Ketua kelas tolong catat siapa saja yang kerjaannya diam saja" dan setelah itu Kaname-sensei sudah menuju ruang guru.
"Nah, ayooooo" Hana dengan cekatan menarik Sasano menuju kantin.
Dari belakang Yoshiki mengikuti mereka dengan langkah santai. Namun raut wajah datarnya nampak kaku. Sesampainya di dekat kantin umum, Yoshiki segera merapatkan dirinya pada tembok untuk menguping.
"Aaah! Segarnya!" teriak Hana 'ndeso' setelah meneguk sekaleng susu.
"Aku heran padamu. Apa enaknya susu hambar itu?" tanya Sasano malas. "mana mahal" lanjutnya.
"Pokoknya enak. Kau mau coba?" tawar Hana.
"Tidak." jawab Sasano tegas.
"Atau kau mau minum dari mulutku?" goda Hana.
"Hahaha. Jangan nanti aku dikira Yaoi" Sasano balik menggoda Hana.
"Teme..." Melihat Sasano berjalan pergi Hana segera mengejarnya.
"Kau pacaran dengannya?" tanya Sasano tiba-tiba.
Hana hampir tersedak karena pertanyaan tiba-tiba dari Sasano. "Umm. Bisa jadi" jawab Hana bingung.
"Bisa jadi?" Sasano menaikan alisnya meminta keterangan tambahan.
"Iya" Hana meminum susunya.
"Dasar. Tapi... Kau menyukainya?"
"Suka" jawab Hana polos.
"mencintainya?"
wajah Hana memerah seketika. "aaaa! Kenapa bertanya hal itu?"
"Jawab saja" paksa Sasano.
"Wakaranai" Hana menjawab sambil memeletkan lidahknya.
"Hhh dasar" Sasano menghela nafas.
"Tapi aku suka dimana dia terus memperhatikanku. Jantungku selalu berdegub kencang begitu melihatnya, dan entah kenapa wajahku ikutan memanas. Kadang... Aku juga merasa sakit disini.." Hana menyentuh dadanya, "ketika ia dikerumuni banyak wanita"
"Hee? Artinya kau mencintainya" simpul Sasano begitu saja.
"Eeeeh! Dasar onii-chan!" Hana memukul pundak Sasano pelan.
'Onii-chan?' tanya Yoshiki dalam hati yang sedari tadi menguping.
"Onii-chan? Sudah lama juga kau tidak memanggilku begitu. Sejak naik ke junior high school mungkin" ucap Sasano sambil mengangkat wajahnya.
"Hn. Hana?" tiba-tiba Yoshiki muncul dengan wajah dinginnya seperti biasa.
"Are? Yoshiki-kun?" Tanya Hana melihat kedatangan Yoshiki.
"...." Hana terdiam. Nampaknya otak lemotnya mulai kambuh.
"K-kau... Dari tadi atau b-barusan?" tanya Hana gugup.
"Dari tadi" jawab Yoshiki singkat.
"J-jadi kau mendengarkannya?"
"Hn. Semua"
"Aaaaaaa!!" wajah Hana memerah seketika.
"Dasar tsundere" cibir Sasano.
"Aaaa! Ini gara-gara kamu!" teriak Hana kepada Sasano.
"Hei Kuroto. Kau mencintainya?" tanya Sasano tegas. Cowok berambut ikal itu menatap Yoshiki serius.
"Hn. Aku, sangat mencintainya." jawab Yoshiki.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.