Selasa, 18 Maret 2014

Yami no AI [CHAPTER 17]

Chap 17

"Bisa jadi" jawab Hana tak acuh.
"Hn"
"Kau... Punya banyak fans girl ya?" tanya Hana hambar.
"Hn. Lalu? Kau cemburu?" jawab Yoshiki dingin dengan seringainya.
Wajah Hana perlahan memanas. "tidak. Siapa peduli. Kau berciuman dengan wanita lain pun aku tidak peduli. Kau dan aku kan.... Tidak ada ikatan"
Duk. Yoshiki berhenti. Hana menabrak punggung Yoshiki.
"Hei!" protes Hana.
"Tidak ada ikatan?" Yoshiki kembali mengunci Hana diantara dinding.
"Yoshiki hentikan! Ini disekolah!"
"siapa peduli? Aku bisa membuat semua orang di dunia ini tanpa melihat kita."
Hana hanya bisa menunduk.
"Jadi, My Lady.... Kau belum memahami perasaanku?"
Hana masih tidak menjawab.
Yoshiki merogoh sakunya. Mengambil sebuah kotak kecil berwarna merah.
"Kau suka?" tanya Yoshiki.
Mau tak mau Hana mengangkat wajahnya karena penasaran.
Iris saphire Hana terbelalak melihat dua buah cincin bersemayan rapi disebuah kotak merah.
"Kirei..." ucap Hana.
"My Lady" Yoshiki berbisik mesra tepat di telinga Hana. "Will you be mine?"
"A...a...a..." Hana bingung. Siapapun tolong jelaskan apa maksudnya ini.
"Me-menikah?" Tanya Hana.
"Ya" hei dengar! Yoshiki mengatakan 'ya'. Sepertinya kali ini Yoshiki benar-benar serius. Karena biasanya ia akan menggunakan kata 'Hn' emasnya itu.
"T-T-Tapi k-kan kita masih senior high school!"
"Disini kau sebagai kekasihku. Ditempatku kau istriku" jelas Yoshiki.
"A-ano..." jawab Hana kikuk.
"Aku mencintaimu. My Lady," Yoshiki mengecup ringan punggung tangan Hana.
"...." Hana terdiam. Wajahnya sudah merah luar biasa. "aaa! Moo! Wakatta! P-pasangkan. C-cincin i-itu" seseorang tolong potret wajah tsundere Hana saat ini. Dengan tampang tomboynya, ia memalangkan wajah menyembunyikan sipuan di wajahnya.
"Hn" Yoshiki tersenyum melihatnya. Oh! Yoshiki tersenyum! Demi apapun! Yoshiki Kuroto! Si raja iblis! Si dingin! Baru saja tersenyum!
"Jadi, kau mau menjadi pendamping seorang raja Iblis?"
"Hngg... Sebelum itu bisa beri tahu aku berapa umurmu yang sebenarnya?"
"3700 nanti malam"
"Jadi hari ini ulang tahunmu?"
Yoshiki mengangguk pelan. "Kau belum menjawab pertanyaanku, nona?"
"Astaga bisa-bisanya aku jatuh cinta dan menerima lamara dari kakek-kakek berumu 3700 tahun yang sudah menopouse" gurau Hana.
"Menopouse? Akan kubuat kau menyesali ucapanmu"
"Dasar kakek-kakek menopouse"
"Aku akan menjemputmu nanti jam 8 malam. Jaa~" Yoshiki menghilang bersamaan dengan kepulan asap yang tiba-tiba muncul.

'Aku akan menjemputmu nanti jam 8 malam'
'Aku akan menjemputmu nanti jam 8 malam'
kata-kata Yoshiki terus terngiang dipikiran Hana. Ini sudah hampir pukul 8 malam. Jam 8 nanti Yoshiki akan menjeputnya untuk apa? Acara pernikahan? Oh ayolah jangan konyol.
Hana hanya mengenakan pakaian bisanya. Memakai kemeja biru dengan jelana jeans putih ditambah sepatu kets hitam.
Tak lama Hana mendengar sebuah deru mobil di depan rumahnya. Yoshiki. Siapa lagi kalau bukan dia? Dengan cepat Hana berlari menuju pintu depan dan menyambut Yoshiki.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.