Chapter 4
Jealoused
Yoshiki menyadari wajah Hana memerah. 'Hn. Kenapa?' tanpa sadar kaleng cola yg sudah habis diminumnya ia remas sampai sedikit penyok.
"Permisi," Masuklah 2 orang senpai tampan. Siapa lagi kalau bukan Kizu-senpai dan Ryuu-senpai.
"Ryuu-senpai dicari Hana~ ceilah... Kizu-senpai dicari Maki~" 1-4 langsung ribut.
"Urusai!" Muka Hana benar-benar merah.
"Ciye... Ryuu-senpai itu loh Han," Hana terus dipanas-panasi.
Dan Hana tidak bisa apa-apa. Dia menahan wajahnya yang benar-benar merah sambil menyimak sosialisasi.
"Arigato Gosaimash" dan duo senpai penyebar keributan itu akhirnya keluar.
"Baka Hana! Kenapa tadi gak minta nmr hpnya Ryuu-senpai sih!" teriak Yuzu.
"Maki juga!" tambah Rika.
"Kalian membuat aku gila tau! Argggh! Sekarang Ryuu-senpai tau aku jadi fans-nya! Akhh!" Hana frustasi dan menjambaki rambutnya.
'Cih' Tak ada yg menyadari. Seorang pemuda sedari tadi mendecih.
"Saa, Minna... Bajunya sudah datang. Arigato ne Mizuki-kun!"
Dan kostum Maid-Butler yg digunakan untuk class Fets dimana kelas mereka mengambil tema Cafe pun dibagikan.
"Ukuranmu L kan Yoshiki-san?" Hana menoyodorkan sebuah pakaian Butler.
"Hn." Yoshiki mengambil baju itu dengan wajah dingin.
"Nn? Doushite Yoshiki-kun?" Tanya Hana bingung dengan perubahan itu.
"Hn. Pulang aku antar."
"Heh? Kok serasa Yoshiki-san supir aku ya? Umm, nanti aku mau beli buku. Aku pulang sendiri saja. Jangan khawatir aku gak akan jalan kok hehe."
"Hn."
Onix itu menatap tajam Hana. Dan Hana tidak menyadarinya.
"Yosh! Akhirnya dapet novel Sherlock Holmes juga!" Hana memandangi novel yg baru saja dibelinya. Sementara kakinya terus menapat di jalan sepi. Ya, Hana bohong kepada Yoshiki.
'Cih!' Si pemilik mata Onix yg kini tengah duduk santai di salah satu atap.
Tiba-tiba Yoshiki merasakan sebuah energi mendekat. 'ini....'
Hana masih terus berjalan. Dia ingin cepat-cepat sampai rumah dan membaca novel barunya.
"MATI KAU!" suara nyaring memekakkan telinga Hana.
"Eh?" Hana menoleh.
CRAT! Cairan merah muncrat.
Safir Hana membulat. Deg. Deg. Deg.
"Kisama!" suara bariton memenuhi jalan sepi itu.
Duakh!
Sebuah tendangan berhasil mementalkan si peneriak-'mati kau'.
"Akhirnya muncul juga... Fufufu.... The king of the darkness. The king of the demons. Kuroto... Yoshiki..." pria yg baru saja terkena tendangan itu bangkit dengan mengusap darah yg keluar dari mulutnya.
"Y-Yoshik..i?" lidah Hana keluh. Ia bingung. Ia takut. Ia khawatir. Melihat tangan Yoshiki yg berdarah.
"Ho... Jadi dia wanitamu? Aku tak yakin kau akan memiliki wanita.... Hh... H... Karena kau adalah IBLIS!" pria itu menembakkan langsung pistol yg disimpannya ke arah Hana.
"Hah?" Hana gemetar.
Namun belum sempat peluru itu mengenai Hana, sebuah kekai berwarna hitam samar muncul.
"Jangan kau sentuh...." suara Yoshiki terdengar marah.
"MILIKKU!" mata onix Yoshiki berubah menjadi azure.
Yoshiki berlari sangat cepat. Sangat cepat sampai tak kasat mata. Yoshiki muncul dengan mencengkram leher pria itu.
Senin, 03 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar