Selasa, 18 Maret 2014

Yami no Ai [CHAPTER 10]

Chap 10
Answer

blush. Wajah Hana semakin memerah padam.
"Kau... Sudah dapat banyak coklat..." bibir Hana keluh.
Yoshiki menaikan dagu Hana dan mengecupnya lembut.
"Eh? Eh?--Heeeee!!!" mungkin Hana bisa pingsan akibat tindakan Yoshiki barusan. Jantungnya berdegub semakin kencang.
"Hn. Aku hanya menginginkanmu. Jadi, aku hanya mengiginkan coklat buatanmu," bisik Yoshiki seksi di telinga Hana.
Bahagia. Senang. Ya kira-kira itu yang di rasakan Hana.
"Ka-kalau begitu makan saja" Hana memalingkan wajah malu.
"Hn. Waktunya pelajaran."

"Doushite My Lord?" tanya seorang wanita berambut emas dan bermata emerald.
"Hn?" ucap Yoshiki dingin.
"Kenapa.... Anda tersenyum sendiri sambil memandang ... Kotak itu?"
"Ini?" Yoshiki menatap lagi kotak itu lalu tersenyum lagi. "Coklat dari wanita yang sangat kucintai"
tiba-tiba sebuah pesan muncul di hp touchscreen Yoshiki.
From: Mine
bagaimana coklatnya? :3

Yoshiki tersenyum dan membalas sms itu.
To: Mine
tidak enak
SEND
From: Mine
hee??? Hounto kah?

Yoshiki menaikan ujung bibirnya dan tersenyum tipis. Diputuskannya untuk tidak membalas sms itu.
Sampai... 15 menit kemudian ponselnya menunjukan sebuah panggilan.
Diangkatnya telpon itu.
"Yoshiki-san?"
"Hn?"
"Tidak enaknya seperti apa?"
"Karena kau tidak menyuapiku makanya rasanya tidak enak"
"Haa?? Kau menggodaku?"
"Hn"
"Hn apanya! Yang jelas dikit!"
"Hn. Apa yg kau lakukan sekarang?"
"Eh... Anno... Mengerjakan tu-tugas..."
"Hn"
"Yo-yoshiki-kun sendiri?"
"Menandatangani beberapa arsip"
"Eh? A-apa aku mengganggu? Kalau begit selamat malam! J-"
"Tidak."
"eh?"
"Aku merindukanmu."
"Heee!!?"
"Sudah malam. Tidurlah. Dan jangan telanjang. Kau boleh melakukan hal itu lagi sambil memanggil namaku seperti kemarin"
"A--" Trek... Tuut tuut...
Dan Hana terdiam di tempatnya. Bagaimana tidak! Nama pria yang selalu ia sebut saat bermasturbasi mengetahui tindakannya. Oh demi apapun! Bagaimana bisa?
Baiklah, baiklah Yoshiki memang seorang raja iblis. Hal mudah mengetahui tindakannya setiap saat. Jadi... Ini salah Hana mutlak karena melakukan hal konyol seperti itu.
"Gyaaaaa! Dia tau! Bagaimana ini!!!?" Hana memukul-mukulkan bantal ke wajahnya.
"Ah tidak! Mungkin maksud Yoshi-kun bukan yang itu! Mungkin yang lain!" Hana berusaha menenangkan dirinya dan berusaha terlelap

Pagi ini Hana berangkat lebih pagi. Tentu saja ada alasannya. Dengan rempah roti masih menempel sedikit pada bibirnya Hana duduk di sebuah kursi di dekat gerbang sekolah. Yoshiki Kuroto. Hana sedang menunggu pria yang telah mengetahui rahasia besarnya.

Ckit. Sebuah mobil Mazda hitam berhenti di depan gerbang sekolah. Dan itu dia manusia ah tidak, raja iblis yang ditunggu Hana muncul. Entah ada apa, sang raja lebih memilih diantar jemput.
"Hn?" Yoshiki sedikit bingung melihat Hana di depannya. Apalagi wajahnya yang memerah itu.
"A-ano! Mau tanya!" Hana mengacungkan tangannya tinggi-tinggi.
"Hn?" Yoshiki berjalan melewati Hana. Namun dari nada bicaranya, ia memperbolehkan Hana bertanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.