Chapter 2
Interested
'Naze? Tak biasanya aku terangsang semudah ini. Padahal aku hanya melihat payudaranya. Yang menurutku tidak sebesar wanita-wanita yang pernah kurasakan. Dan nampaknya vagina miliknya... Tidak berbulu... Oh Shit!' Miliknya yg dibawah nampaknya semakin menyembul.
'Hn. Menarik. Akan kupastikan kau menjadi milikku, My Lady.'
'gyaaa! Doushite koko ni? Dia melihatku telanjang! Baka Hana! Ukkh! Kenapa aku sampai lupa dia menginap!' Hana terus merutuki kebodohannya ketika tangannya dengan lincah memakai seragam sekolahnya.
Cklek.
Akhirnya wanita bersurai biru tua itu keluar dari kamar mandi. Mukanya masih memerah malu.
Seperti jadwal hariannya, dia menuju dapur, memakai celemek dan mulai menyalakan kompor. Hana memasak.
Tak lama kemudian bunyi sebuah piring digeser memecahkan fokus Yoshiki membaca koran.
"Ano, aku lihat Yoshiki-san sepertinya sangat dewasa dan err... Kaya. Aku membuat telur dadar. Semoga kau menyukainya."
Yoshiki menaruh koran yang dibacanya.
"Hn. Kau memang istri terbaik," akibat tercengang dengan sikap Hana, Yoshiki sedikit keceplosan. Ia sadar kalau ia keceplosan. Namun ia cepat-cepat berwajah datar lagi.
"Eh? Nani?" Hana juga ikut kaget.
"Nandemonai. Ngomong-ngomong saos ini bergambar emoticon wajah memerah kan. Kenapa?"
Deg. 'Gawat! Dia tau!' rutuk Hana.
"Ah, sudah kebiasaan. Hehehe."
"Hn," Yoshiki menyuapkan telur dadar ke mulutnya. Mulutnya mengunyah perlahan. Safir Hana terus memperhtikan. Yoshiki menelan. Keringat menetes di wajah Hana.
'Bagaimana ini? Apa terlalu asin? Terlalu pedas?'
"Enak." lagi, Yoshiki menyuapkan telur dadar itu.
'Fuh... Yokatta'
"Oh ya. Umur Yoshiki-san berapa?"
'3700 tahun...' "15 tahun. Apa aku terlihat tua?"
"Iie... Yoshiki-san tampan," Muka Hana memerah. "Hanya.. Yoshiki-san terlihat dewasa,"
"Hn."
"Dimana sekolah Yoshiki-san?"
"Aku baru pindah kemari."
"Eh, lalu bagaimana caramu pulang nanti?"
"GPS"
"Oh ya..."
"Hn. Bukannya kau harus berangkat sekarang?"
07:10
"gyaaa telat telat!" Hana langsung menggila. Ia mengambil tas dan segala keperluannya.
Setelah Hana keluar kamarnya, "Loh dia sudah pulang ya? Yasudah."
Hana segera mengunci rumahnya. Safirnya menatap jam tangannya. 07:15
"Gyaaaa!" Hana semakin panik dan segera berlari.
"Mau kemana kau?"
sebuah suara yg familiar mengagetkannya.
"Eh?"
"Masuk."
saat Hana menoleh didapatinya sebuah mobil porsche hitam dengan pintu terbuka.
"Eh..eh... De-demo."
"Hayaku."
"Ha..Ha'i" akhirnya Hana masuk juga.
5 menit. Waktu yg dibutuhkan untu menempuh 5 Km.
Sebuah porsche yg awalnya melaju kencang itu akhirnya melambat dan akhirnya berhenti disebuah sekolah elegan.
Pintu terbuka. Hana muncul dengan wajah sedikit ngos-ngosan.
Yoshiki muncul.
"Ano ne... Arigatto Yoshiki-san," Hana membungkuk lalu berlari ke arah sahabat-sahabatnya.
"siapa itu? Pacarmu ya? Haha mustahil," ledek Yuyu.
"Chigau!" Muka Hana memerah samar.
"Hahaha. Ryuu-senpai mau ditaruh mana?" tambah Maki.
"Dihatiku" jawab Hana sambil memeletkan lidah lalu berlari meninggalkan mereka.
Senin, 03 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar