Chapter 5
Emotion
"MATI!" Aura hitam menyekam segera menyebar di area itu. Hana sampai bergidik ketakutan.
"UARGH!!" Pria itu langsung rebah setelah kepalanya dan tubuhnya hampir tak menyambung.
"Hn." mata Azure itu perlahan berubah menjadi Onix.
Yoshiki berbalik. Hana sedikit ketakutan melihat Yoshiki dengan tatapan yg tak seperti biasanya, kedua tangannya terdapat darah.
"Kau berbohong. Ayo kuantar." ucap Yoshiki dingin sambil berlalu.
Dan tanpa tapi segera mengikut Yoshiki dan memasuki mobil Mazda hitam.
'Ganti mobil?' tanya Hana dalam hati.
masih cukup jauh untuk sampai di rumah Hana. Entah apa dipikiran Hana untuk berjalan sejauh itu.
Suasana canggung terus berlanjut. Hana sendiri tidak suka suasnan canggung.
Hana tau ia berbohong. Oleh sebab itu ada rasa takut untuk bicara. Apa lagi setelah melihat adegan tadi. Namun akhirnya Hana angkat bicara, "Tanganmu... Tidak apa?"
"Hn. Sudah sembuh." Yoshiki menunjukan tangannya yg tadi terkena tusukan pisau.
"Eh? K-kok bisa?"
"Hn."
ucapan pria yg tadi hampir membunuhnya terngiang kembali. Raja kegelapan? Raja iblis? Kuroto Yoshiki? Wanitanya? Aku?
'Arghh! Aku kan bego. Mana bisa berpikir sampai sana. Seseorang beritahu aku apa maksudnya ini!!' tanpa sadar Hana menarik-narik rambutnya frustasi.
Yoshiki menyadari itu. Namun ia lebih memilih mendiamkannya.
Ckiit. Mobil Mazda hitam itu telah sampai di depan rumah Hana.
Hana membuka pintu lalu turun. "Ano ne... Arigato Yoshiki-san. Dan... Hontou ni gomenassai telah berbohong."
"Hn."
Dan mobil itu melaju kencang.
"Hh.... Apa dia marah?" Hana menghela nafas dan memasuki rumahnya.
Hana keluar dari kamar mandi dengan telanjang seperti biasa. Tiba-tiba wajahnya memerah mengingat kejadian Yoshiki melihat tubuh telanjangnya. Hana memasuki kamarnya. Dinyalakannya laptopnya dan segera ia buka file kumpulan film pornonya.
'Nhh...' Hana memutar-mutar clitorisnya dengan jari lentiknya.
'Yo-shi-ki... Ah...' sebuah cairan bening mengalir dari vaginanya. Ya, Hana orgasme dengan menyebut nama Yoshiki.
Sebuah seringai terlihat. "Kau benar-benar membuatku terkejut my lady. Dan aku tak sabar segera memilikimu. Ya, hanya milikku."
"Hh... Hh... H..." Hana ngantur nafas dan detak jantungnya. "Yoshiki? Nani? Aku menyebut namanya saat orgasme! Apa-apaan ini!?" seketika itu wajah Hana memerah padam. "Yoshiki... Memang tampan sih. Ya, sangat tampan." Hana berguman sambil berpakaian.
Safir Hana menangkap sebuah map putih. "Oh ya, ini kan salinan catatan untuk Yoshiki. Kalau kuberikan besok bagaimana cara bawanya?" Hana memandang tasnya yang penuh dengan properti Class Fest. "Kalau setelah class Fest... Langsung diadakan ujian besoknya. Yoshiki pasti tak sempat belajar! Harus kuberikan hari ini! Eh... Tapi aku gak ngerti nomor telfon dan rumahnya..." Hana sweatdrop.
Seketika itu lagu In The End milik Linkin Park mengalun. Itu nada dering untuk sms hp Hana. Dengan cekatan Hana membuka sms itu.
Senin, 03 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar