Selasa, 18 Maret 2014

Yami no AI [CHAPTER 18]

Chap 18


"Hn. Ayo" Yoshiki segera menarik Hana kedalam mobil. Dan segera dipacunya mobil itu.
"Ano... Kita mau kemana?" tanya Hana sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Manorku" jawab Yoshiki singkat.
"Untuk?" tanya Hana lagi.
"Melakukan upacara pernikahan kita"
"HEEEEEEE!?"
"Kau harus menyiapkan dirimu. Malam ini kau akan menjadi milikku. Seutuhnya."
"Tapi aku hanya memakai ini!"
"Jangan pikirkan itu. Kau bisa memilih gaun yang kau inginkan"

Beberapa menit kemudian mobil Yoshiki mulai menurunkan kecepatan. Kerana penasaran seperti apa 'manor' Yoshiki, Hana menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri.
"Kai!" ucap Yoshiki tiba-tiba dengan kuat.
'segel' yang berada di antara pepohonan rindang segera luntur. Luntur dan luntur hingga nampaklah sebuah istana yang benar-benar luas.
Takjub. Hana sampai tidak mengedipkan matanya.
"Bagaimana manorku?" tanya Yoshiki.
"Kau buta ya? Ini istana bodoh. Bukan manor" cibir Hana hambar.
"Hn"
"Tadaima My Lord" ucap seorang penjaga saat Yoshiki memasuki sebuah 'garasi' yang luar biasa lebar.
"Hn. Ayo" Yoshiki menarik Hana (lagi).
"Misaki. Siapkan segelanya untuk dia. Aku pergi" ucap Yoshiki pada seorang maid berambut aquamarine.
"Yes, My Lord" ucap sang pelayan dengan menundukan kepalanya hormat.
"Tolong ikuti saya" Maid itu meminta Hana mengikutinya. Mau tak mau akhirnya Hana mengikutinya. Mengingat Yoshiki sudah hilang entah kemana.

"...." Hana terdiam.
Wajahnya sudah memanas sedari tadi. Kepalanya berputar-putar alay.
Ia akan mengenakan salah satu dari banyak gaun pengantin wanita yang ada disekitarnya ini dengan Yoshiki menggandengnya sebagai pasangannya.
Oh ayolah. Semua hayalan konyolnya waktu kecil beberapa detik lagi akan terwujud.
"Baiklah. Anda bisa melihat sekarang" seru Misaki dengan girang.
Hana membuka matanya. Nampak bayangan dirinya tengah dibalut sebuah gaun mewah berwana putih.
Wajah 'tampan'nya sudah hilang tak berbekas. Yang ada, hanya seorang gadis cantik.
"I-itu a-aku?" tanya Hana tak percaya.
"Ha'i" jawab Misaki.
"Ki-kirei..." ucap Hana tak percaya.
BRAK! Tiba-tiba kamar 'pengantin' Hana dibuka hingga muncul seorang wanita berkacamata.
"My Lady" wanita itu membungkuk sedalam-dalamnya.
"My Lord sudah menunggu" lanjutnya.
Hana mengangguk mantap lalu mengikut langkah sang wanita berkacamata.

Gaun putih mewahnya terusd berkibar menyapu lantai berkarpet itu. Ketika memasuki sebuah aula yang luar biasa luas, seluruh pandangan mata dari seluruh peserta yang hadir mengarah pada Hana.
"Hn" Yoshiki tersenyum melihat kehadiran Hana. 'cantik...' innernya.
Wajah Hana semakin memerah melihat Yoshiki yang oh demi dewa atau apapun terlihat sangat gagah dan tampan dengan 'mungkin' seragamnya sebagai seorang raja. Warna hitam mendominasi seragamnya itu. Dengan aksesoris tanda 'pangkat' menempel dimana-mana. Kemeja hitam dan dasi hitam dibalik itu semua.

"Hana Rayumi-sama. Dengan ini kau menjadi Hana Kuroto-sama. Berjanji, dalam suka maupun duka tetap mencintai Yoshiki Kuroto-sama?"

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.