Chap 195
"...K-Kurosu..." Akhirnya Hana mau bicara sambil memanyunkan bibirnya.
"Oh... Orion?"
"Hum!" Hana mengangguk.
"Dia tidak ada disini. Dia berada di penjara spesial"
"Eh? Kenapa?!"
"Besok adalah hari hukumannya. Dia harus di pindahkan"
"Kalau begitu beri tahu aku di mana letak penjara itu Tomuro-kun!" pinta Hana lagi.
Tomuro menautkan alisnya melihat ekspresi Hana. "Maaf. Saya tak memiliki otoritas itu My Lady"
Alis Hana berkerut ke atas. Matanya yang sedari tadi terasa panas sepertinya mulai berair.
"hiks..." dengan cepat Hana segera melangkah dan berlari entah kenapa.
CKLEK...
BLAM...
Pintu besar kamar Yoshiki terbuka dan kembali tertutup.
Yoshiki yang berada di sisi kanan ruangan tengah memantau suatu grafik dari laptopnya segera kehilangan konsentrasi dan menoleh ke arah Hana yang sudah mematung di depan pintu yang tertutup.
Pribadi yang biasanya ceria dan selalu memancarkan aura ceria itu seakan hilang dari sosok Hana. Ia terlihat sangat murung. Apalagi itu, ada sedikit warna memerah di bawah matanya. Dan agak sembam. Satu kesimpulan, Hana baru saja menangis.
Yoshiki segera bangkit dari duduknya tanpa disadari dan menuju ke arah Hana.
"Kau kenapa? Kau baru saja menangis" Ujar Yoshiki dengan nada khawatirnya.
Tak merespon pertanyaan Yoshiki, Hana menghadap ke arah lain dan menepis tangan Yoshiki yang berusaha menyentuh wajahnya.
"..." Yoshiki terdiam di tempatnya. Sementara Hana kembali melangkah menuju ranjangnya.
BRUK...
Hana merebahkan tubuhnya secara terlungkup di ranjang.
"Kurosu hanyalah seekor kucing. Walau aku memanjakannya pun itu karena dia kucing yang kupelihara. Tapi pria yang sangat kucintai tetap tidak mengerti itu" guman Hana.
Yoshiki terasa tertusuk sebuah panah tepat di jantungnya setelah mendengar ucapan Hana.
Benar... Hana hanya mencintainya. Itu hanya kucing... Sepertinya dirinya harus lebih mengendalikan sifatnya yang mudah cemburu.
"Hn... Baiklah... Akan kubatalkan hukuman mati-nya, dan kubebaskan"
Mendengar itu Hana langsung mendongkakkan wajah berantakannya ke arah Yoshiki. Matanya terbelalak entah kaget entah bahagia.
"Arigatou Yoshiki-kun!" segera di peluknya sang suami dengan bahagia. Air matanya kembali mengalir. Kali ini bukan lagi air mata kesedihan, tapi air mata kebahagiaan.
"Hn..." Yoshiki membalas pelukan Hana dengan hangat.
"KUROSU!!" Hana yang baru saja berjalan bersama Yoshiki menuju taman belakang langsung berlari begitu melihat sosok remaja laki-laki berambut abu-abu tengah duduk di sebuah kursi.
"Ah, My Lady" Orion segera bangkit dan berojigi kepada Hana.
"Bagaimana anda bisa mengenali saya?" tanya Orion dengan tersenyum ramah.
"Rambutmu!" ujar Hana ceria.
"Ah rambut saya?"
"Ya! Aku senang Kurosu-kun tidak apa-apa!"
Untuk beberapa detik wajah Orion berubah sedikit memerah saat melihat wajah Hana yang tersenyum tulus ke arahnya. 'D-dia manis...' batin Orion.
"Ah ya. Maaf telat memperkenalkan diri. Nama saya sebenarnya Orion Futabu"
"Ku-ro-su!"
"Eh?"
"Aku lebih suka memanggilmu Kurosu hehe!"
Kamis, 09 April 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar