Sabtu, 18 April 2015
Yami no Ai [Chapter 204]
Published :
19.27
Author :
Hansel Vereiteln
Chap 204
Tapi bedanya, ada sebuah headphone terpasang menutupi telinga suaminya itu. Sepanjang ia melihat sang suami bekerja, ia tak pernah melihat suaminya memakai headphone.
"Yoshiki-kun?" Hana mencoba memanggil nama suaminya.
" ... ." pria yang namanya dipanggil tak menggubris sedikit pun. Mata onixnya terus menatap lurus laptopnya. Dan mungkin tak berkedip sama sekali.
"Huh!" kesal karena diabaikan, Hana langsung beranjak mendekati suaminya itu. Melihat apa yang sebenarnya ditatap oleh sang suami.
Hana berhenti di belakang Yoshiki tepat.
Ternyata, yang nampak di layar laptop suaminya itu adalah...
Sebuah ero game. Dengan scene saat itu adalah, seorang gadis terlihat tengah memegang sesuatu. Dan itu adalah penis! Ya itu penis!
Wajah Hana merona seketika.
"Yoshiki-kun apa yang sedang kau lakukan!!?" teriak Hana super duper kencang. Sudah di pastikan Yoshiki mendengar suara teriakan Hana barusan walaupun ia mengenakan headphone.
Terbukti dengan Yoshiki yang mulai menurunkan headphonenya, lalu menoleh ke belakang dan menatap Hana dengan tatapan datarnya.
"Kenapa kau bermain eroge!?" wajah Hana semakin merona.
Muncul sebuah seringai di bibir Yoshiki. Seringai yang sangat mencurigakan. Onix milik Yoshiki seperti menelusuri setiap lekuk dari tubuh Hana.
Hana yang merasa ditatap langsung merasa aneh, dan memundurkan dirinya sambil mengatupkan kedua tangannya di antara dadanya hingga membentuk tanda silang.
"a-apa ya-yang kau lihat Yoshiki-kun!?" ujar Hana tergagap.
Yoshiki sudah mulai bangkit dari duduknya, "Hn. Aku punya pertanyaan untukmu My Lady" ujar Yoshiki dengan seringainya.
Pria yang sudah melepas jas dan dasi hitam yang kemarin malam masih melekat di tubuhnya itu menatap Hana aneh.
"A-Apa!?" Hana masih tergagap bingung.
"Hn, kenapa kau mengenakan daster tipis dan mini kemarin malam?" seringai Yoshiki semakin tajam.
BLUSH!
Wajah Hana sudah menjadi semerah kepiting rebus sekarang. Kenapa Yoshiki harus menanyakan hal itu!?
"A-Apa ma-maksudmu!?" Hana memanyunkan bibirnya mencoba mengelak.
"Hn? Kau ingin berbohong? Sayang sekali. Tapi aku ingin kau menjawab jujur..." Yoshiki semakin mendekati tubuh Hana. Mungkin jarak tubuh mereka sekarang sudah mencapai kurang dari 30 cm. Hana sudah tidak bisa mundur lagi. Ia sudah menabrak jendela besar ruang kerja Yoshiki.
"U-uh--" Hana semakin bingung. Yoshiki yang terus menghimpitnya hampir membuatnya hilang kesadaran.
"My Lady..." tiba-tiba tangan lembut suaminya terasa seperti meraba leher jenjangnya dan sedikit menyingkirkan kain kemeja putih yang menutupi leher Hana yang di kenakan Hana saat itu.
"..mch..."
sontak Hana kaget setengah mati menyadari lehernya merasakan sensasi aneh seperti gigitan tipis.
"k-kyaaa!!" Hana menjerit kecil.
"Hn..." Yoshiki masih menampakkan seringainya. Tangannya bergerak menarik kemeja putih Hana ke kanan dan ke kiri hingga membuat 4 kancing yang saling mengait menjadi terlepas dan berterbangan di udara. Memperlihatkan tubuh bagian dalam Hana.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar