Chap 208 Yoshiki tersenyum mendengar teriakan Hana. 'chu' dikecupnya lembut bibir sang istri. Ditengah kenikmatan yang sedang menguasai tubuhnya, wajah Hana mendadak memerah karena sesuatu yang lain. "Hn, aku mencintaimu My Lady" ujar Yoshiki sambil menatap lekat wajah Hana dengan bibirnya yang sedikit tersenyum. DEG-DEG-DEG-DEG Giliran Jantung Hana yang terpompa tiba-tiba dengan luar biasa cepat setelah mendengar ucapan suaminya barusan. Wajah pria yang tengah menyetubuhinya itu nampak serius, dan lagi... Senyuman itu... Sungguh membuat dirinya terasa terbang ke langit. "u-uh... Aku juga mencintaimu" ujar Hana sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. Sementara pijatan demi pijatan terus di lancarkan oleh dinding milik Hana, milik Yoshiki mulai terasa berkedut. "khh... M-My... L-Lady... I'm gonna cumming" ujar Yoshiki dengan erangan tertahan. "Ahhh--mahhh!! Kaah! Give it to me Yoshiki-kun... Give me your cum!! I want you inside me!! Ngaaah!! Fuaaah!!" Hana terus meracau. Yoshiki terus menambah kecepatan genjotannya. Hingga akhirnya-- CRAT!! Tubuh Yoshiki yang berpelu menegang diam dengan menancapkan miliknya dalam-dalam di dalam rahim Hana. "Ukhh--kkhhh..." Yoshiki mengerang tertahan saat dirinya mengeluarkan spermanya di dalam Hana. "I'M CUM!!" Bersamaan dengan itu, Hana juga berteriak kencang merasakan dirinya meledak-ledak karena sesuatu yang aneh. Cairan putih Yoshiki akhirnya berhenti mengalir setelah memenuhi rahim Hana, bahkan ada beberapa yang lolos merembes keluar dari jepitan milik Yoshiki dan milik Hana. "hhh... Hhh... Hhhh..." keduanya terengah. Keduanya sibuk mengatur irama dentuman jantung dan nafas mereka masing-masing. Sampai akhirnya Yoshiki menarik keluar miliknya dari Hana. Saat itu juga, beberapa cairan lengket sperma miliknya keluar menyembul dari dalam milik Hana. Keluar dan turun mengotori lantai. "Hn... Benar-benar luar biasa" guman Yoshiki. "Yoshiki-kun?" ujar Hana. Saphirenya memang sedang sibuk mengamati Gyoza di piringnya. Dan tangannya pun sibuk menyuapkan Gyoza itu di mulutnya. Begitu pula mulutnya yang sangat sibuk mengunyah Gyoza itu hingga lembut untuk kemudian ditelan. Tapi pikirannya tak bisa diam begitu saja. Suami-istri itu kini sedang makan malam di sebuah restoran Jepang biasa. Sesuai keinginan Hana tentunya. "Hn?" Yoshiki merepson setelah meneguk anggur hitamnya. "Besok malam tahun baru" "Hn? Lalu?" "Apakah kau mau mengajakku pergi? Tapi jika kau sibuk... Aku tidak keberatan kok" "Hn. Aku tidak ada kesibukan saat itu. Kau ingin kemana?" "Ah... Itu..." Hana mengingat-ingat email yang didapatinya dari Shiro setelah ia berganti pakaian tadi. From: Ayaki Shiro Aku punya 2 tiket gulat maskara loh! Tapi Tomoaki-kun tidak mau pergi karena sibuk. Kuberikan untukmu mau? Ada Oogami-kun loh!! "--menonton gulat" lanjut Hana. "Hn?" Yoshiki menaikkan satu alisnya menatap Hana. "Kenapa? Apa aneh?" Hana bertanya polos. "Hn, tidak. Hanya saja aku baru tahu kalau kau menyukai pertandingan gulat"
Kamis, 23 April 2015
Yami no Ai [chapter 208]
Published :
00.42
Author :
Hansel Vereiteln
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar