Jumat, 17 April 2015

Yami no Ai [Chapter 203]

Chap 203 "Hn" Yoshiki hanya berguman dingin. "A-ada k-kepentingan apa My Lord berkunjung kemari?" ucap salah satu penjaga. "Hn, menjanjikan roh ini diizinkan memasuki neraka kembali" Yoshiki menarik paksa roh yang bersembunyik di belakangnya untuk maju menunjukkan dirinya di depan para penjaga. Salah seorang penjaga yang lain mendongkak, "Dia roh yang baru saja kabur kan?" "Hii!!" roh itu kembali ketakutan. "Ta-tapi My Lord, roh yang--" "Masukkan dia kembali!" perintah Yoshiki mutlak. "Yes, My Lord" ucap kedua penjaga itu bebarengan. Yoshiki keluar dari sebuah lubang hitam dan muncul di depan pintu ruang kerjanya. KLEK. Langsung di bukanya pintu itu dan segera di langkahkannya kakinya memasuki ruang kerjanya. Sepi... Tidak ada tanda-tanda seseorang ada di ruangan tersebut. "Hn? Kemana dia?" pikir Yoshiki. "My Lady?" Yoshiki mulai memanggil perempuan yang dicarinya. " ... ." tidak ada sahutan. "My Lady?" diulanginya panggilan itu, namun kini ia mulai bergerak mencari keberadaan wanitanya itu. "My Lad--" Yoshiki menghentikan panggilannya saat melihat orang yang di carinya ternyata ada di bawah kolong meja kerjanya. Sedang meringkuk ketakutan. Yoshiki menghela nafas, bibirnya sedikit tertekuk ke atas membentuk senyuman tipis. "Hn. My Lady?" Yoshiki berjongkok di dekat Hana sambil menampakkan dirinya. BRUK Saphire Hana yang menangkap tubuh suaminya itu langsung di respon cepat oleh otakknya untuk membuat tubuhnya langsung memeluk pria itu. "Hwaaa!! Aku takut aku takut!" Tangan Yoshiki bergerak mengusap punggung wanitanya itu. "Hn, sudah selesai" Hana langsung mendongkak menatap Yoshiki. Memastikan perkataan Yoshiki tadi. "Su-sungguh?" "Hn" "Hahhh...." Hana menghela nafas, "akhirnya hantu aneh itu pergi!" "Hn?" Yoshiki sweatdrop melihat perubahan ekspresi Hana yang sangat cepat. "Kuroto Hana," Yoshiki memanggil nama wanitanya itu. "Eh? Iya?" "Jangan-pernah-lakukan-ritual-membahayakan-lagi!" ucap Yoshiki penuh penekanan dan tatapan serius. "I-iya" Hana menunduk menyesal. "Hn, sepertinya aku harus memberi pelajaran kepada Furuichi dan semua yang menipumu" ujar Yoshiki geram. Di sebuah kamar yang sangat luas, terlihat sesuatu nampak bergunduk di dalam selimut. Cahaya matahari pagi--ah bukan, lihat jam digital yang ada di atas bufet, itu menunjukkan pukul 11 am--sepertinya sudah mulai menembus tirai-tirai yang menutupi silaunya sinar matahari tersebut. "nggh" terdengar suara erangan sang pemilik kamar. "hmm?" Kuroto Hana baru saja terbangun dari tidur larut malamnya karena dikejar oleh roh neraka. Tangannya mengucek maanya yang terlihat masih berat untuk terbuka. "Libur hari pertama tahun baru ya?" ia berguman. "Yoshiki-kun--" TOK TOK "--Yoshiki-kun!" Hana yang masih dengan kemeja putih Yoshiki yang biasa digunakannya saat tidur menggedor pintu ruang kerja Yoshiki. KLEK Pintu itu terbuka sedikit. "tidak dikunci?" gumannya dan langsung mendorong pintu tersebut hingga terbuka. Di sana, suaminya sedang sibuk di depan laptop berlogo apel tergigit miliknya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.