Chap 199
Hana menoleh ke arah jendela. Bibirnya tak sengaja tertarik dan membentuk senyuman yang lucu.
'nanti malam ya? Uuukkh! Aku benar-benar tak sabar!' batin Hana dengan wajahnya yang memerah.
Kepalanya membayangkan di mana dirinya berada di sebuah ranjang bersama Yoshiki, dan Yoshiki mulai membelainya dengan lembut seperti dulu dan memanggilnya, "My Lady.."
"KYAAAA!!" Teriak Hana tiba-tiba dengan wajahnya yang sudah semerah tomat.
"Hn?" Yoshiki cengo menatap Hana.
"Eh? Hehehe" Hana salah tingkah.
Hari sudah semakin malam. Hana duduk di pinggir ranjang dengan kedua kakinya terkatup rapat. Kepalanya menunduk dan tangannya meremat daster mininya yan sampai setengah pahanya.
Jantungnya terus berdegup kencang tak menentu, terus memompa darah menuju wajahnya yang memerah.
"Uuh... Kapan efek dari ritual itu berfungsi?"
lagi-lagi kepala Hana mempermainkannya. Kembali ia membayangkan Yoshiki muncul dengan segala pesonanya dan segera menyerang dirinya.
"uwaa!" wajah Hana mulai berasap.
KLEK.
Pintu terbuka, memperlihatkan Yoshiki masuk dengan jas hitamnya yang selalu melekat padanya.
Entah mata Hana yang salah atau apa, barusan ia melihat sesuatu yang mempesona dan kerena dari wajah datar Yoshiki.
DEG. Tak di duga, Hana menatap Yoshiki dengan wajah memerah malu.
"Hn? Ada apa denganmu?" ujar Yoshiki datar.
"Eh?" respon Hana.
"Kenapa kau mengenakan daster?" tanya Yoshiki lagi.
"Eh? EHHH??" Hana menjadi heboh.
"AH TIDAK TIDAK! SEBENTAR AKU GANTI DULU! KAU KELUARLAH!" teriak Hana heboh sambil mendorong Yoshiki keluar kamar dan menutup pintu kamar dengan keras.
BLAMB. Pintu tertutup dengan keras.
Yoshiki, masih dengan kebingungannya terdiam di luar. Ia kembali mengingat kejadian tadi saat ia membuka pintu kamarnya.
Ia melihat istrinya itu duduk di pinggir ranjang dengan posisi yang aneh. Dan... Mengenakan sehelai daster tipis yang pendek sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya dan... Sebuah tonjolan kecil di bagian dada Hana.
Tunggu! Imajinasi liar Yoshiki mulai menari. Ia membayangkan, dibalik daster itu, istrinya sama sekali tak mengenakan pakaian dalam.
Kenapa? Kenapa Hana melakukan itu? Biasanya jika ingin tidur pun, Hana selalu mengenakan salah satu kemejanya yang ada di lemari dengan alasan, "ada bau Yoshiki-kun. Aku suka sekali, membuatku tidak pernah kesepian walau tidur sendiri". Tapi tentu saja, istrinya itu tetap mengenakan pakaian dalamnya!
Sepertinya benar-benar ada yang aneh... Jangan-jangan... Isrtinya itu berniat menggodanya?
"Sudah" suara Hana yang dari dalam kamar menghentikan lamunan Yoshiki.
KLEK.
Yoshiki kembali membuka pintu kamarnya. Onix-nya langsung menatap sebuah gundukan besar selimut di atas ranjangnya. Itu pasti Hana.
"Hn. Sebenarnya ada apa denganmu?" tanya Yoshiki begitu ia menutup kembali pintu kamarnya.
Hana membuka selimutnya. Menampakkan wajahnya dengan pipinya yang digembungkan, "Hmm... Tidak ada" jawab Hana lesu.
SYUU..
Tiba-tiba Yoshiki merasakan sebuah angin tipis bertiup ke arah pintu.
Senin, 13 April 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar