Rabu, 22 April 2015

Yami no Ai [Chapter 207]

Chap 207

"Hn? Lalu?" Yoshiki mengarahkan miliknya ke sisi kiri paha Hana. "di sini?"
"uuh... Bukan" Akhirnya mungkin karena kesal, jemari Hana tiba-tiba meraih milik Yoshiki dan di arahkannya pada miliknya.
Yoshiki menyeringai melihat itu. Dan segera dimajukkannya pinggulnya untuk sedikit memasukkan miliknya.
"uah..." Hana sedikit mendesah saat milik Yoshiki mulai menggesek dinding kemaluannya.
Yoshiki masih terus mendorong pinggulnya. Matanya yang terkatup menunjukkan betapa dia menikmati setiap pijatan dari dinding kemaluan Hana.
"shit....!" Yoshiki mengeram tertahan lalu mendorong pinggulnya sekuat tenaga. Miliknya seketika menghujam Hana dengan sangat dalam.
"a-aaakk" wajah Hana tiba-tiba merona hebat. "I-itu... M-menyentuh... R-rahimku... Fuaaah!!"
Tanpa izin dari Hana, Yoshiki segera memompa tubuh Hana. Keluar masuk keluar masuk dengan irama dan tenpo yang di percepat. Menimbulkan hawa panas di dalam ruangan ber-AC itu.
Yoshiki agak menundukkan badannya. Hingga sekarang wajahnya dan wajah Hana mungkin berjarak tak lebih dari 20 cm.
Nafas keduanya memburu seirama dengan kenikmatan yang terus mengalir pada keduanya. Setiap lenguhan kenikmatan yang terlancar dari bibir Hana seakan membuat nafsu Yoshiki terbakar gila.
Benda Yoshiki seakan-akan tidak pernah lelah menusuk-nusuk milik Hana.
"ahhh... Ahmmm... Y-Yoshiki-k-kun... Uahhh!!" Hana terus mengerang.
Yoshiki tersenyum tipis mendengar namanya yang diserukan oleh wanita di bawahnya. Ah sunggu, inilah hal yang paling ditunggu-tunggunya.
Game eroge kemarin sungguh membuatnya berfantasi aneh. Mendengarkan istrinya meneriakkan namanya saat sedang dicumbui saat ini adalah hadiah terbaik baginya.
"Sekali hhh... Lagi..." ujar Yoshiki dengan nafasnya yang memburu. "panggil namaku"
"uh-uh-ah!! Hyaaa!!" Hana merasakan tusukkan Yoshiki semakin cepat. Membuatnya merasa aneh karena kenikmatan.
"hyaaa--uhmmmp!??" Ditengah desahan nikmat Hana, tiba-tiba ada yang menghalangi mulutnya. Hana langsung membuka lebar saphirenya yang tadi terlihat sayu. Itu adalah bibir Yoshiki.
Lidah Yoshiki terus menekan bibir Hana. Mencoba menerobos masuk ke dalam mulutnya.
"umh... Hummp..." Hana yang menjulurkan lidahnya juga langsung di sambut oleh lidah Yoshiki. Dan lumatan demi lumatan mulai menambah suasana panas.
Keda tangan Yoshiki yang sudah bosan menyangga tubuhnya mulai bergerak meremas perlahan belahan dada kecil Hana. Kadang jemarinya menyentil puting payudara Hana hingga membuat puting itu sangat keras dan sensitif.
Saat mereka menyudahi acara pemanggutan lidah mereka, terlihat benang-benang saliva di bibir keduanya.
"Sebut namaku... My Lady..." Yoshiki menatap Hana serius. Tanpa mengurangi kecepatan genjotannya.
Milik Hana terasa semakin banjir saja di bawah.
Rangsangan itu, tatapan itu, sungguh membuat Hana menggila.
"u-uh!! Y-Yoshiki-kun... Ahhh... Fuck me harder!! I'm Yours Yoshiki-kun!! Aku milikmu!! Ngaaah... Lakukan apapun yang kau inginkan terhadapku! Ahhh mmhah!!"

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.