Chap 198
Mereka duduk membentuk lingkaran.
"Nah, sekarang kita butuh setetes darahmu" ucap Furuichi. Entah sejak kapan ia sudah menggenggam pisau kecil.
"Darah?" di lain pihak, Hana merasakan firasat buruk. "Apa tidak ada cara lain?"
Furuichi dan Chiyo bertatapan.
"Rambut. Berikan aku dua helai rambutmu" ucap Furuichi.
Hana segera menarik dua helai rambut hitam pendeknya dan memberikannya kepada Furuichi.
"Baiklah, kita mulai"
Furuichi meletakkan dua helai rambut Hana di atas selembar kertas. Dan meletakkan selembar kertas itu di tengah mereka.
"Nah, mari kita siapkan" Ucap Furuichi.
Azuki dan Haruki segera menutup gorden kelas dan menutup pintu kelas sambil memastikkan lorong benar-benar sepi.
Jam dinding menunjukkan pukul 4 sore. Dengan keadaan kelas yang gordennya di tutup, membuat sinar matahari sore terhalangi, kelas menjadi cukup gelap sekarang.
Setelah Haruki dan Azuki kembali bergabung dalam lingkaran, Chiyo segera menyalakan lilin putih yang berdiri di dekat lembaran kertas berisi rambut Hana.
"Pejamkan mata kalian" ucap Furuichi.
Chiyo, Haruki, dan Azuki segera menutup mata. Hana pun akhirnya menutup mata. Awalnya Hana sempat heran, kenapa hanya dia yang mengumpulkan rambut? Kenapa yang lain tidak? Jawaban yang muncul di kepala Hana setelah itu adalah, mungkin karena mereka pernah melakukan ritual ini, jadi mereka tidak perlu melakukannya lagi.
Sementara Yoshiki terus menunggu Hana di dalam mobil.
"Ck... Lama sekali, apa yang sedang dilakukannya?"
Chiyo mengucapkan sebuah mantra yang Hana tak mengerti. Tangannya kanannya berpegangan dengan Furuichi, dan tangan kirinya dipegang oleh Haruki. Ia sangat ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi, tapi ia tak ingin menggagalkan ritual dengan membuka matanya.
Sementara gadis berambut merah itu terus mengucap mantranya. Api pada lilin bergoyang-goyang dan mengeluarkan percikan kecil di atas rambut Hana, dan sedikit demi sedikit membakar dua helai rambut Hana.
Chiyo mengakhiri pembacaan mantarnya dan melepaskan gandengan tangannya.
"sudah selesai" ucapnya.
Hana perlahan membuka saphirenya yang tertutup. Dilihatnya dua helai rambutnya telah menghilang.
"Ritual ini akan bekerja nanti malam, tunggu saja Rayumi" ucap Chiyo tersenyum ke arah Hana.
"Baiklah! Kalau begitu aku kembali dulu! Yoshiki-kun sudah menungguku!" Hana segera melambaikan tangannya dan berlari keluar kelas dengan ceria seperti biasa.
" ... . 'Yoshiki-kun' katanya?" ujar Azuki sinis saat menatap kepergian Hana.
"Ah sudahlah, biarkan. Dia tidak akan selamat dari roh itu malam ini" ucap Furuichi sambil tersenyum menyeringai.
"Hn, kenapa lama sekali?" tanya Yoshiki begitu melihat Hana yang muncul membuka pintu mobil.
"Eh maaf. Tadi aku bicara dulu dengan Furuichi-chan" ucap Hana sambil menutup kembali pintu mobil.
"Hn? Ketua kelas? Untuk apa?" tanya Yoshiki lagi sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Yaa... Pembicaraan rahasia wanita" ucap Hana seolah membuat Yoshiki lebih penasaran.
"Hn" pada dasarnya, Yoshiki memang penasaran.
Minggu, 12 April 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar