Rabu, 29 April 2015

Yami no Ai [Chapter 214]

Chap 214

"Karena dia masih manusa mungkin tidak terlalu sakit, karena penarik roh hanya bekerja pada iblis sepertimu. Tapi bagaimana pun ini stunt gun, pasti menyakitkan kan?" iris coklat itu menyipit seperti meremehkan ke arah Yoshiki.
"Sialan!" teriak Yoshiki emosi. Tangannya bergerak memerintahkan angin untuk menusuk sang Exorcist.
Refleks Exorcist berbando "H-5" itu melompat mundur untuk menghindari serangan sang raja iblis.
Sebuah saphire perlahan membuka. Hempasan angin berkecepatan tinggi tadi sukses membangunkannya dari tidur lelapnya. Tangan pemilik saphire itu bergerak mengucek karena saphirenya terasa gatal.
"Ehm?" Hana perlahan bangkit. Masih bingung dengan keadaan sekitar.
Exorcist itu menampakkan seringai di bibirnya. "Active!" ujarnya.
Seketika muncul pilar-pilang berwarna keemasan dari tanah, lalu membuat atap. Saking cepatnya, Hana hanya bisa menatap pilar-pilar yang mulai membentuk penjara baginya.
"Apa yang kau lakukan sialan!?" teriak Yoshiki emosi ke arah sang Exorcist.
"Percobaan nomor 12, ada sedikit kegagalan. Hanya dilakukan pada saat Subjek takbergerak, kurang efektif. Hmm..." Exorcist dengan bando lengan bertuliskan H-5 itu berguman sambil mecoret-coret sebuah agenda.
"Sialan!" Yoshiki menggeram. Exorcist di depannya berperingkat 5, ia harus segera menghabisi Eoxrcist itu. Dari tangannya muncul sebuah pedang bersarung hitam. Dikeluarkannya pedang itu. "Kusanagi..." bisiknya.
Yoshiki segera melesat hendak menebas kapala sang Exorcist dengan memberikan segala kekuatannya pada pedang kusanagi-nya.
"AKHHHH!!" Tiba-tiba teriakan Hana terdengar.
Yoshiki langsung menghentikan serangannya dan menoleh ke arah Hana. Nampak wanitanya itu tengah tersungkur di tanah dengan meremas bagian dadanya dengan wajah menahan perih.
"My Lady!?" teriak Yoshiki kaget.
"Trap. Kekuatan Rayumi Hana adalah kelemahanmu jika kekuatan itu belum masuk ke dalam tubuhmu. Saat tadi aku menindih tubuhnya, aku memberikan segel di sektar tubuhnya. Dan sekarang segel itu aktif. Aku mengeluarkan kekuatan Rayumi Hana dan membuat penjara yang.... Terhubung pada pedang kusanagimu" jelas sang exorcist.
Yoshiki yang melihat pedang kusanaginya terbebalak.
"AKHHHH!!" Hana kembali menjerit.
Mata onix Yoshiki melebar saat melihat bayangan kekuatan dalam diri Hana dipaksa keluar dan mengalir pada penjara yang mengurungnya kemudian mengalir pada kusanagi miliknya.
"SIALAN! CEPAT LEPASKAN DIA!" geram Yoshiki.
"Aku tak bisa," jawab sang exorcist enteng. "Kekuatannya tersalur pada pedangmu. Tapi kau tahu caranya kan My Lord?" lanjut exorcist itu dengan nada mengejek.
Yoshiki tau! Dia tau apa yang harus dilakukannya untuk menyelamatkan Hana. Tapi--
"Ayolah... Kau mau membiarkan dia mati kering?" si Exorcist berguman malas.
"uuh..." Hana menggeram tertahan. "Y-Yoshiki-k-un..." Hana mengerjap ke arah Yoshiki. Pandangannya yang lelah mulai sayu.
"My Lady...." Yoshiki mengerutkan dahinya. Tak sanggup melihat ekspresi istrinya saat itu.
Dia harus melakukannya!

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.