Chap 212 Yoshiki tak menjawab pertanyaan Hana. Dirinya kesal. Kenapa wanita-nya itu sama sekali tak menyadari perasaannya itu? Sungguh menjengkelkan. Melihat reaksi sang suami yang diam membisu, sudut bibir Hana agak terangkat ke atas dan di lanjutkan dengan sebuah cengiran. "Hahaha," Hana tertawa lepas. Yoshiki kembali memalingkan wajahnya ke arah Hana karena mendengar tawa lepas Hana. Ekspresi pria itu nampak kusut. Segala emosi kesal, tidak suka, dan tidak terima berkumpul menjadi satu, namun sama sekali tak mengurangi dominasi ekspresi dingin andalannya. "Jadi benar Yoshiki-kun cemburu dengan Oogami-kun?" Hana berbicara ditengah gelak tawanya. Sungguh! Rasanya Yoshiki ingin sekali menindih wanita di sampingnya itu lalu memberi hukuman yang setimpal atas segala kesalahannya yang fatal. "Ahaha..." Akhirnya tawa Hana mereda. "Aku memang mengagumi Oogami-kun. Tapi... Ya hanya sebatas mengagumi. Dia keren. Tapi Yoshiki-kun jauh, bahkan sangat jauh lebih tampan Yoshiki-kun. Umm... Mungkin aku tadi terbawa emosi seorang fans. Tapi Yoshiki-kun sangat jauh lebih keren daripada Oogami-kun. Bahkan dari awal gulat kalian aku sudah tau bahwa Yoshiki-kun yang akan jadi pemenangnya" ujar Hana dengan senyum polosnya. Yoshiki menatap Hana lekat. Tak disangkanya, istrinya itu akan berbicara sejujur itu di depannya. "....--Ehem!" Yoshiki berdehem sebentar. "Hn, baguslah jika begitu" "Wah kurang beberapa menit lagi akan memasuki tahun baru!" ujar Hana tiba-tiba setelah melirik jam tangannya. Salju tidak turun malam ini, kemungkinan pesta kembang api diadakan sangatlah besar. Meninggalkan melihat acara setahun sekali sangatlah merugikan tentu saja. "Yoshiki-kun hentikan mobilnya! Aku ingin melihat kembang api!" perintah Hana tidak sabaran. Yoshiki tanpa protes melakukan kemauan Hana, pria itu menepikan mobilnya. Setelah mobil itu menepi, Hana terlihat langsung melompat keluar dan memandang ke sana ke mari. Mencari titik yang mungkin menjadi pusat perayaan kembang api. Mereka berhenti di sebuah jalan dekat pematang sungai. Yoshiki yang sudah keluar dari mobilnya langsung melempar jacket milik Hana yang tertinggal di mobil ke arah kepala Hana. "Hn, kenakan itu. Kembang api akan muncul di sana" Yoshiki menunjuk ke arah langit di seberang sungai. Setelah selesai memakai jacketnya, Hana dengan tidak sabar melihat jam tangan digitalnya. "5...4...3....2...." Hana segera mengangkat kepalanya menengadah ke langit. "1..." DUAR!! DUARR!! Letusan demi letusan kembang api mewarnai gelapnya malam Tokyo malam itu. Berbagai warna pecah di langit. Saphire Hana tak berhenti menatap keindahan pancaran-pancaran kembang api yang bertebangan. Bibir tipis Yoshiki sedikit terangkat melihat ekspresi Hana yang menatap ke arah kembang api dengan terkagum-kagum. 'seperti anak kecil saja,' pikir Yoshiki. "Hup!" Tiba-tiba Hana melompat melewati pagar pembatas dan menuju pematang sungai. Direbahkannya tubuh ramping miliknya di rerumputan.
Senin, 27 April 2015
Yami no Ai [Chapter 212]
Published :
05.51
Author :
Hansel Vereiteln
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar