Kamis, 16 April 2015

Yami no Ai [Chapter 201]

Chap 201

akhirnya Hana berhenti di sebuah pintu.
TOK! TOK! TOK!
Digedornya pintu kayu itu dengan sekeras mungkin.
Rasanya sedari tadi ada sesuatu yang mengamati dan mengejarnya, dan apapun itu, sepertinya itu sudah semakin mendekat sekarang.
Hana mengetuk semakin keras. Ada apa ini? Kenapa Yoshiki-kun tidak segera membuka pintunya?
Mata Hana terus mengamati sekitar dengan ketakutan.
Di ujung lorong sana, Hana merasakan sesuatu itu berada di sana dan mengejarnya kemari.
"AAAAA!!" Hana berteriak ketakutan. Ini bukan cuma halusinasinya saja. Semua ini, rasa takutnya terasa benar-benar nyata.
"YOSHIKI-KUN!!" Hana terus mengetuk kasar.
KLEK.
Muncullah wajah datar Yoshiki dari balik pintu.
"Hn, apa-apa--" sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, onix Yoshiki menangkap sesuatu yang tengah melesat ke arahnya di dalam lorong. Dengan cekatan di tariknya Hana dan segera di tutupnya pintu dengan membisikkan beberapa mantra.
"..." Hana membisu. Ia tak bisa berkata apapun. Air mata mulai membanjiri pipinya. Ia sangat shock tadi.
Yoshiki langsung menghadapkan wajah Hana ke wajahnya.
"Kenapa roh neraka mengikutimu?!" tanya Yoshiki dengan nada keras.
"Hiks... Hiks... Hwaaa!!" Hana langsung menghambur ke arah Yoshiki dengan tangisannya yang pecah. "Aku tidak tahu...! Tidak tahu! Dia tiba-tiba meneleponku dan... Dan... Hwaaa!"
Wajah dingin Yoshiki entah kapan sudah berbuah menjadi sangat serius. Tangannya merengkuh tubuh Hana dan membelai rambut pendek Hana.
"Bagaimana bisa roh neraka bisa kemari dan mengejarmu?" Yoshiki nampak berfikir. "Mereka hanya bisa di panggil dengan ritual terlarang itu..."
Tiba-tiba Hana berhenti menangis.
"Ritual? Ritual!?" Hana menatap Yoshiki seketika.
Yoshiki mengerutkan alisnya melihat tatapan tajam Saphire Hana.
"t-tadi siang. Furuichi, Azuki, Chiyo, dan Haruki meberitahuku sebuah ritual. Kata mereka itu akan menambah keharmonisan dan keromantisan pasangan--"
Mata Onix Yoshiki terbelalak, seolah ia telah sepenuhnya memahami alur cerita Hana.
"Kau meneteskan darahmu!?" Yoshiki mencengkram tangan Hana kuat-kuat dan menarik Hana lebih dekat dengan tatapan tajamnya.
"T-tidak. A-aku menggunakan r-rambutku..." jawab Hana gugup. Sebenarnya butuh waktu beberapa detik bagi Hana untuk menjawab pertanyaan mudah Yoshiki. Namun entah kenapa ia seperti terjebak dalam kebingungan dan rasa bersalah dalam onix kelam suaminya.
"Hhh..." Yoshiki menghela nafas panjang.
"ja-jadi apa yag sebenarnya terjadi Yoshiki-kun?"
"Hn. Kau melakukan ritual terlarang. Ritual yang dulu di Eropa sering digunakan untuk penipuan. Ya seperti yang kau alami sekarang. Tujuan ritual itu adalam memanggil roh dari neraka dengan menjanjikan tubuh baru bagi roh yang dipanggil, dan roh pemilik tubuh asli akan dibuang di neraka. Tentu saja untuk itu, roh harus tahu, siapa yang akan menjadi calon wadah mereka. Yaitu dengan darah, rambut, atau kuku jari. Roh itu juga bersifat kutuk, jadi tidak bisa di batalkan. Mereka mungkin akan menurutiku, dan tidak menyerangku--"

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.