Selasa, 28 April 2015

Yami no Ai [Chapter 213]

Chap 213

"WAAA!! MENONTON DENGAN CARA SEPERTI INI LEBIH ASYIK!!" Teriak Hana dengan kedua tangannya ia rentangkan ke atas.
Yoshiki hanya sweatdrop ringan melihat tingkah istrinya. Tubuhnya bergerak mendekati sang istri dan duduk di sampingnya.
Saphire itu masih sibuk mengamati warna-warna yang bertebaran di langit.
Tanpa sadar kepalanya sudah menengadah ikut mengamati meriahnya langit Tokyo malam ini.
Entah sudah berapa menit Yoshiki habiskan untuk melihat letusan-letusan yang ada.
"krrr...." sebuah dengkuran tipis terdengar.
Refleks Yoshiki menolehkan kepalanya ke asal suara. Itu suara dengkuran Hana. Wanitanya itu sudah terlelap rupanya. Wajah polos Hana yang tertidur membuat sudut bibir Yoshiki sedikit terangkat. 'manis...' batinnya.
Yoshiki bangkit berdiri menuju mobilnya dan membuka pintu, ini sudah waktunya untuk pulang.
"!?" belum sempat Yoshiki berbalik, ia sudah merasakan sesuatu sudah berada di dekat sang istri.
Benarlah perasaannya itu, sekarang sesosok manusia berambut cepak tengah menindih tubuh Hana. Sosok tampan berambut berwarna rambut kuning kecoklatan itu menyeringai menatap Yoshiki sinis.
"Selamat malam My Lord" ujar sosok itu.
Yoshiki tidaklah buta, melihat penampilan sosok tampan di depannya--dari jas yang dilengkapi pin kecil, dan sebuah bando lengan--dipastikan adalah Exorcist.
Tunggu dulu! Lihat bando lengan sang Exorcist. Itu bertuliskan "H-5" yang berarti Exorcist di depannya adalah ranking ke-5 Exorcit terkuat. Apa yang dilakukan Exorcist berperingkat tinggi di sini!? Apa Exorcist tiba-tiba bergerak!? Tapi kenapa dia tak mengendus masalah itu sedikit pun!?
Yoshiki menggeratkan giginya emosi. "Menyingkir dari milikku" ujar Yoshiki menahan emosinya.
Sosok bermata oranye itu menyeringai puas. "Apa? Kau cemburu eh?" tangan sang exorcist bergelirya pada dada Hana. Sedikit rematan sosok itu berikan pada dada Hana.
"Lihat tuan Kuroto Yoshiki, aku menyentuh milikmu"
Yoshiki terdiam sebentar. "... Kau pelacur, cepat menyingkir dari tubuh istriku" Yoshiki geram.
Pelacur? Bukankah itu sebutan untuk perempuan?
Exorcist itu tertawa renyah, "Hahaha kau tahu ya kalau aku perempuan? Sepertinya benar gosip jika kau sangat possesiv" sosok tampan itu berpose berfikir.
"Cepat menyingkir dari sana!" Yoshiki sudah kehabisan kesabaran.
"Bagaimana jika aku.... Menolak?" ujar sang Exorcist sambil mengenakan '
Abschleppen Geist'nya yang berbentuk sarung tangan.
Yoshiki masih menatap tajam ke arah sang Exorcist.
Exorcist itu menggerakan tangannya ke kanan. Seketika muncul sebuah pentagram berwarna biru. Tangan yang mengenakan
Abschleppen Geist itu melesak ke dalam pentagram itu dan saat setelah tangannya di tarik, tangan itu sedang menggenggam sebuah
Abschleppen Geist lain model stunt gun.
Yoshiki terbelalak.
Exorcist itu mengarahkan stunt gun-nya ke leher jenjang Hana yang masih tertidur pulas.
Aliran listrik mengalir pada stunt gun yang sudah berjarak 5 cm dari leher Hana.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.